Pemkab Tangerang Komitmen Dukung Percepatan PSN

Pemkab Tangerang Komitmen Dukung Percepatan PSN
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) meninjau pembangunan landasan pacu atau Runway 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 21 Juni 2018. ( Foto: Antara / Muhammad Iqbal )
Fana Suparman / FER Kamis, 12 Juli 2018 | 22:05 WIB

Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang Provinsi Banten menegaskan dukungannya terhadap percepatan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) yang berlokasi di wilayah tersebut. Beberapa proyek tersebut antara lain, pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta 2 di Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang, serta pembangunan Jalan Tol Pantai Utara Tangerang dan Jalan Tol Serpong-Balaraja.

"Pembangunan di Kabupaten Tangerang terus berkelanjutan, kami tidak bisa berdiam diri," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Mohammad Maesya Rasyid, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (12/7).

Maesyal menyatakan, proyek PSN berdampak luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya mencontohkan, dengan adanya perluasan bandara, pemerintah daerah turut andil membantu menyediakan lahan bagi domisili baru warga yang berdekatan dengan lokasi bandara lama. "Kami tidak mungkin menolak warga untuk domisili baru mereka karena mereka mencari lahan dekat dengan asal tempat tinggal lama," katanya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga menyiapkan kawasan industri, niaga, hotel, jasa kargo dan infrastruktur lainnya guna menopang pertumbuhan ekononi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan lapangan kerja yang terbuka dan industri yang berkembang, dibutuhkan infrastruktur jalan untuk mengatasi kemacetan terutama di wilayah Pantura.

"Perubahan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang saat ini berjalan sesuai koridor dan disesuaikan dengan perkembangan Ibu Kota Negara, Jakarta karena jaraknya berdekatan," katanya.

Kuasa hukum Pemkab Tangerang, Deden Syuqron memastikan, pembangunan di Kabupaten Tangerang saat ini sudah sesuai peruntukkan dan mengacu kepada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang 2011-2031. Selain itu, terdapat Perda Nomor 5 Tahun 2017 Pemerintah Provinsi Banten tentang perubahan atas Perda Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030.

"Secara yuridis, alih fungsi lahan harus ditetapkan sesuai Perda atau Perbup sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan," katanya.

Dengan demikian, Kabupaten Tangerang tidak dapat dikualifikasikan adanya alih fungsi lahan dari pertanian ke industri atau perumahan misalnya. Hal itu, menurut Deden, lantaran Kabupaten Tangerang secara geografis dekat dengan ibu kota negara dan masuk kawasan strategis Tata Ruang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tangerang, Nono Sudarno menambahkan, saat ini sudah ada puluhan perusahaan yang mengajukan izin lokasi pengembangan kawasan khususnya di wilayah utara Tangerang.

Nono memastikan, perizinan yang telah diterbitkan sesuai ketentuan berlaku seperti yang sudah ada saat ini yakni Kawasan Angkasa Land, Kawasan Laksana Business Park dan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE