Tim Selidiki Dampak Bocornya Pipa Gas Bawah Laut PLTGU Cilegon

Tim Selidiki Dampak Bocornya Pipa Gas Bawah Laut PLTGU Cilegon
Tim ahli dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon melakukan uji sample air untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran pasca-kebocoran pipa gas bawah laut di perairan Bojonegara. ( Foto: Beritasatu Tv )
Aichi Halik / AHL Kamis, 12 Juli 2018 | 21:47 WIB

Serang - Tim ahli dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon melakukan uji sample air untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran pasca-kebocoran pipa gas bawah laut di perairan Bojonegara.

Anggota tim penguji sample air PLTGU Cilegon, Sessa mengatakan, pihaknya telah mengambil sample air untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

"Kita sudah ambil 2 ember atau sekitar 10 liter air. Secara visual bersih tapi untuk memastikannya kita akan bawa ke lab," kata Sessa di lokasi pengambilan sample, Kamis (12/7).

Menurutnya, secara kasat mata tidak ditemukan adanya indikasi pencemaran seperti tidak adanya ikan atau makhluk laut lainnya yang mati di sekitar lokasi kebocoran pipa gas.

Seperti diketahui, salah satu turbin PLTGU Cilegon mati akibat bocornya pipa gas bawah laut milik PT CNOOC, di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten pada Senin (9/7).

Bocornya pipa gas bawah air terjadi pukul 09.30 wib. Kebocoran itu baru bisa di hentikan pada pukul 13.45 wib.

Kebocoran pipa gas bawah laut itu diduga karena terkena jangkar sebuah kapal.

Insiden tersebut menyebabkan perusahaan kehilangan produksi listrik hingga 350 Megawatt (MW), dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 350 juta per jam atau Rp 7 miliar per hari.



Sumber: BeritaSatu TV