Jelang Asian Games, Penangkapan Teroris Semakin Gencar

Jelang Asian Games, Penangkapan Teroris Semakin Gencar
Wakapolri yang juga Ketua Kontingen Asian Games Indonesia 2018 (Chef de Mission) Komjen Pol. Syafruddin Memantau Latihan Tim Polo Air Indonesia di Aquatic Center GBK, 1 Juni 2018. (Adi Prasetya/BeritaSatu.com) ( Foto: BeritaSatu.com / Adi Prasetya )
Farouk Arnaz / FMB Selasa, 10 Juli 2018 | 19:10 WIB

Jakarta — Detasemen Khusus 88/Antiteror semakin rajin menangkap terduga teroris belakangan ini. Sejumlah pelaku teror dibekuk di berbagai tempat hanya jelang sebulan sebelum Asian Games dibuka.

Meski gencar melakukan penangkapan tetapi belakangan ini, polisi justru semakin irit untuk bicara soal penangkapan pelaku teror. Tampaknya polisi tak ingin menyebarkan fear of crimes di tengah masyarakat jelang hajatan pesta olahraga se-Asia itu.

Memang sejauh apa ancaman teroris terhadap ajang Asian Games?

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan jika, selain sebagai pimpinan kontingen Indonesia di Asian Games, dia juga bertanggung jawab atas masalah keamanan.

“Polri menempatkan asisten operasi kapolri dan panglima TNI menempatkan asisten operasi panglima TNI dalam organisasi struktur pelaksanaan Asian Games, Inasgoc,” katanya.

Syafruddin, yang juga berperan sebagai penghubung dari semua stakeholder (Kempora, KONI, KOI), menambahkan itu membuat dirinya sering datang mengecek venue.

“Untuk pengamanan, TNI-Polri menempatkan petugas. Jumlahnya sangat besar 200.000 dan (lebih besar) dibanding pengamanan lain seperti Lebaran. Ini operasi khusus TNI-Polri (seperti) operasi di Poso atau Papua,” imbuhnya.

Jumlah 200.000 itu di luar cadangan. Polri punya pasukan cadangan standby di pos dan TNI juga punya cadangan. Pengamanan ini lebih berorientasi pada pelayanan para atlit dan official dari mancanegara.

Karena kontingan yang datang itu bukan hanya membawa misi olahraga tapi juga membawa misi ekonomi, pariwisata, dan investasi.

“Juga back up intelijen yang kuat, bagaimana investigasi yang kita siapkan dan sebagainya. Investigasi ini mencegah kejadian yang akan terjadi. Makanya kita tingkatkan (penangkapan terorisme) secara tertutup. Tetapi yang terbuka juga kita tingkatkan. Iya masif (penangkapan teroris), tetapi bukan hanya untuk amanin Asian Games,” sambungnya.



Sumber: BeritaSatu.com