Kami Rayakan 10 Tahun Kebersamaan di Dunia "Modest Fashion"

Kami Rayakan 10 Tahun Kebersamaan di Dunia
(dari kiri ke kanan) Afina Candarini, Istafiana Candarini, dan Nadya Karina ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / IDS Jumat, 17 Mei 2019 | 14:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penggemar modest fashion pasti sudah kenal betul dengan Kami, salah satu merek modest fashion yang digawangi tiga orang sahabat bernama, Istafiana Candarini, Afina Candarini dan Nadya Karina. Belum lama ini, Kami resmi menginjak 10 tahun kebersamaan dalam berkarya.

Saat dijumpai SP di Jakarta, Kamis (16/5/2019), mereka pun menyempatkan diri untuk bercerita bagaimana ketiga sahabat ini bisa memiliki satu visi dan misi yang sama. Meski tetap kompak hingga kini, mereka tak mengelak bahwa terdapat berbagai perbedaan pendapat dan situasi jatuh bangun yang harus dijalani selama 10 tahun terakhir.

“Setiap usaha pasti ada jatuh bangunnya. Namun tinggal bagaimana kita ingin terus bangun ketika sedang terjatuh. Kami sering sekali berbeda pemikiran untuk persoalan desain, warna, ataupun motif. Namun, perbedaan pendapat ini justru membuat Kami menjadi lebih kaya,” jelas Istafiana.

Pencapaian 10 tahun ini bagi Kami merupakan sebuah pencapaian yang sangat berharga. Walaupun begitu, mereka merasa masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk itu, mereka pun sepakat menjadikan momen ini sebagai sebuah titik balik.

“Untuk mencapai titik ini, kami tidak akan bisa meraihnya tanpa menghargai perbedaan rekan kerja. Jadi itu sangat penting, selain komunikasi yang tidak pernah putus. Untuk itu, setiap hari kami selalu melakukan evaluasi agar tidak mengulangi hal yang sama kedepannya,” tambahnya.

Inspirasi Wanita
Tidak ingin sekadar menjual dan mencari keuntungan, Karin mengatakan bahwa Kami berusaha untuk menjadi inspirasi perempuan urban melalui mode. Menurut mereka, pendekatan melalui busana memberikan efek domino yang besar. Tidak hanya membuat para penggunanya lebih percaya diri, tetapi juga memberikan kebahagiaan besar bagi para penjahit dan pekerja lainnya yang terlibat.

“Kami tidak ingin menggunakan agama untuk berjualan. Itu ranah yang berbeda dan sensitif. Kami ingin menunjukkan busana modest juga bisa bikin terlihat cantik. Kami ingin inspirasinya dari kepribadian perempuan, dan sampai ke hati costumer,” ungkapnya.

Untuk itulah, setiap koleksi dari Kami akan mengandung sebuah kisah yang menginspirasi. Seperti dalam koleksi baru yang bertajuk Mora. Koleksi ini terinspirasi dari kecantikan proses alam penyerbukan. Mora atau Merekah dibuat dengan harapan bahwa siapa pun yang menggunakan koleksi ini akan dapat menyebarkan semangat kebaikan. Tentunya kebaikan ini dapat terus dilakukan terutama seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan.

Selain Mora akan ada juga koleksi Neoma. Inspirasi koleksi kali ini diambil dari cerita Hwang Jin Yi seorang penyair wanita terbaik yang memiliki kecantikan luar biasa dalam sejarah Korea. Wanita yang sangat piawai dalam bermusik ini berjuang keras untuk mendapatkan tempat dan kesempatan dalam lingkungan orang-orang terhormat.

“Bagi Kami, Hwang Jin Yi merupakan sosok seorang perempuan modern pada masanya. Untuk itulah Kami dedikasikan koleksi Neoma ini untuk semua perempuan mandiri di luar sana” ungkap Karin mengakhiri perbincangan.



Sumber: Suara Pembaruan