Anies Pastikan Guru SMAN 87 Diduga Doktrin Anti-Jokowi Tak Mengajar

Anies Pastikan Guru SMAN 87 Diduga Doktrin Anti-Jokowi Tak Mengajar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. ( Foto: BeritaSatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / JAS Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:21 WIB

Jakarta - Gubernur DKI, Anies Baswedan memastikan oknum guru SMA Negeri 87 Jakarta yang diduga memberikan doktrin anti-Jokowi tidak mengajar lagi di kelas. Guru tersebut juga tidak boleh berinteraksi dengan siswa selama proses pendisiplinan sedang berjalan.

“Kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa, tarik dari sekolah. Tarik dari kelas dulu. Tidak berinteraksi dengan siswa. Ada proses pendisiplinan sehingga aman buat semua,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (11/10).

Menurutnya, guru tersebut akan dihentikan dari kegiatan belajar-mengajar di sekolahnya. Untuk status kepegawaiannya dihentikan atau tidak, harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Ada aturannya tetapi yang jelas dia ditarik dari interaksi dengan siswa sampai proses pendisiplinannya tuntas,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus ini menjadi viral di media sosial. Adanya aduan di media sosial yang menyatakan oknum guru di SMA Negeri 87 Jakarta mendoktrin siswanya untuk membenci Presiden Jokowi.

Dalam unggahan yang viral itu, pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Masih dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE