Skybridge Tanah Abang Dibuka Pekan Depan

Skybridge Tanah Abang Dibuka Pekan Depan
Situasi pengerjaan pembangunan proyek Skybridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat. ( Foto: BeritaSatu Photo / Erwin C Sihombing )
Erwin C Sihombing / FMB Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:57 WIB

Jakarta - Pengerjaan jembatan penyeberangan multiguna (skybridge) Tanah Abang mendekati rampung dan bakal dibuka Senin (15/10) pekan depan. Hanya saja panjang jembatan yang bisa dimanfaatkan baru sekitar 350 meter dari total 386,4 meter karena sisanya diperkirakan baru rampung di akhir Oktober 2018.

Dirut PD Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, dibukanya jembatan pada pekan sekaligus dalam rangka uji coba. Hal itu dikatakannya ketika disinggung mengapa tidak menunggu pengerjaan jembatan rampung sepenuhnya sebelum bisa dimanfaatkan publik.

"Iya sebagai uji coba dulu sambil finishing. Yang bisa dipakai dari keluar Stasiun Tanah Abang menuju Blok G, sedangkan yang ke arah utara atau Jatibaru bengkel dibuka akhir Oktober," kata Yoory, di Jakarta, Kamis (11/10).

Yoory menyebut progres pengerjaan skybridge sudah mencapai 70 persen. Rangka utama telah terpasang dan sebagian sedang dilakukan pemasangan atap dan lantai. Setelah proses tersebut selesai dilanjutkan dengan pemasangan ramp.

Pekan depan, setelah jembatan mulai digunakan secara fungsional, sebagian pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di Jalan Jatibaru Raya sudah bisa berdagang di atas jembatan.

Yoory mengaku tidak khawatir sewaktu disinggung dengan dibuka sebagian jembatan malah membuat masalah baru dengan Ombudsman.

"Saya rasa tidak karena fokus Ombudsman adalah pembukaan jalan Jatibaru Raya. Kita sudah sampaikan paling lambat Oktober pengerjaan selesai seluruhnya, bahkan kami terus melaporkan progres pembangunan ini kepada Ombudsman," tuturnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Teguh Nugroho mengatakan, penyelesaian skybridge yang dimaksudkan sebagai salah satu upaya korektif maladministrasi penataan Tanah Abang harus dituntaskan sebelum pengembalian fungsi satu ruas Jalan Jatibaru Raya yang ditutup untuk PKL.

Langkah korektif selanjutnya adalah rencana revitalisasi Blok G. Ombudsman terus memonitor progres dari rencana tersebut.

Sekalipun begitu, Teguh mengatakan, pihaknya tidak mau terburu-buru melakukan penilaian ketika disinggung apa konsekuensi yang harus ditanggung DKI jika pengerjaan skybridge tidak selesai hingga 15 Oktober.

"Kalau terlambat di tanggal 15 Oktober nanti, kami akan lihat masalahnya apa, kelalaian atau masalah teknis," kata Teguh. (E-11)



Sumber: Suara Pembaruan