Panggil Mantan Kadisdik, Polisi Klarifikasi Proyek Rehabilitasi Sekolah

Panggil Mantan Kadisdik, Polisi Klarifikasi Proyek Rehabilitasi Sekolah
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 12 Juli 2018 | 21:49 WIB

Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, memanggil mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto untuk mengklarifikasi terkait proyek rehabilitasi 119 sekolah ketika yang bersangkutan masih menjabat.

"Jadi memang ada klarifikasi ya. Kami meminta klarifikasi atau keterangan-keterangan yang berkaitan pada saat yang bersangkutan menjabat di sana," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (12/7).

Menyoal bagaimana hasil audit terkait proyek rehabilitasi 119 sekolah itu, Argo mengatakan, tidak bisa menyampaikannya karena masuk materi penyelidikan.

"Kita tidak bisa sampaikan auditnya seperti apa. Yang terpenting bahwa kita mintai klarifikasi," ungkapnya.

Sementara itu, usai memenuhi panggilan penyidik, Sopan menuturkan, dirinya tidak diperiksa melainkan hanya diminta klarifikasi.

"Enggak ada (berkas yang dibawa). Cuma pertanyaan klarifikasi saja. Sekitar 15 (pertanyaan)," katanya.

Diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya tengah menyelidiki adanya dugaan penggelembungan dana pada proyek rehabilitasi 119 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) DKI Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan, kasus dugaan adanya penggelembungan dana ini masih dalam proses penyelidikan.

"Masih dalam proses penyelidikan. Kalau dalam proses penyelidikan langkah yang dilakukan tentunya wujud klarifikasi kepada beberapa pihak, kemudian pengumpulam keterangan, sehingga nanti apabila proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan dan alat bukti itu terkumpulkan, baru nanti ditentukan ada pidananya atau tidak," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com