Anies Tegaskan 5 Gedung di Sudirman Akan Diberikan Sanksi

Anies Tegaskan 5 Gedung di Sudirman Akan Diberikan Sanksi
Pedagang kaki lima berjalan di atas trotoar di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. ( Foto: BeritaSatu Photo / Danung Arifin )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 12 Juli 2018 | 17:20 WIB

Jakarta - Tak kunjung membangun sumur resapan setelah dilakukan penertiban penggunaan air tanah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan akan memberikan sanksi kepada lima gedung di kawasan Sudirman hasil inspeksi Maret lalu.

Baca Juga: Pemprov DKI Akan Tertibkan Penggunaan Air Tanah

Adapun lima gedung yang belum mempunyai sumur tanah sampai saat ini dan masih belum membuat rencana kerja (work plan) yang dianjurkan Pemprov DKI Jakarta adalah, Sinar Mas, Sampoerna, Plaza Sentral, Davinci, dan Wisma Kosgoro.

"Kita akan berikan sanksi sesuai aturan. Jangan mengira akan dibiarkan. Pasti dapat sanksi," kata Anies di Hotel Four Points, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Sanksi terberat yang akan diberikan adalah pencabutan sertifikat layak fungsi (SLF) dari gedung tersebut. Dengan tak memiliki SLF, maka gedung tersebut tidak dapat digunakan untuk aktivitas apa pun.

"Sanksi terberat, gedung itu tidak dapat sertifikat layak fungsi. Kalau itu terjadi, tidak bisa asuransi, tidak bisa digunakan," tegasnya.

Baca Juga: Bangunan di Sudirman-Thamrin Minim Sumur Resapan

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI, Bennhi Agus Chandra mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat peringatan pertama kepada pihak pengelola atau pemilik gedung tersebut.

Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang DKI Jakarta, Benny Agus menyatakan, pihaknya telah mengirim surat peringatan pertama terhadap lima gedung tersebut. Kini, menurutnya, pihaknya juga tengah menyiapkan surat peringatan kedua.

Surat peringatan pertama disertai rekomendasi pembuatan rencana kerja perbaikan pengelolaan kepada pelanggar. Jika tidak dijalankan, terbit surat peringatan kedua. Jika masih tidak digubris, maka surat izin akan dicabut.

Baca Juga: Kawasan Industri di Jakbar dan Jaktim Kritis Air Tanah

"Kalau tidak dipatuhi ya kami tutup, kami cabut izinnya. Kami lakukan penerapan sanksi ini berdasarkan Pergub Nomor 20 tahun 2013 tentang sumur tanah," kata Benny.



Sumber: BeritaSatu.com