35 Masjid Dilarang Potong Hewan Kurban Iduladha, Ini Penjelasan Anies

35 Masjid Dilarang Potong Hewan Kurban Iduladha, Ini Penjelasan Anies
Daging kurban Idul Adha. ( Foto: Antara/Irwansyah Putra )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 10 Juli 2018 | 16:41 WIB

Jakarta - Untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI melarang 35 masjid di enam kelurahan Jakarta Timur melakukan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Puluhan masjid yang berada di enam kelurahan dan mendapatkan larangan tersebut, yakni Kelurahan Kayu Putih, Rawamangun, Pulogadung, Jati, Kelapa Gading Barat, dan Kelapa Gading Timur. Adapun larangan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur nomor 123 tahun 2017 soal pengendalian pemotongan dan penampungan hewan kurban.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan penjelasan. Larangan tersebut diterapkan karena di kawasan sekitar masjid tersebut terdapat lokasi venue Jakarta Equestrian Park di Pulo Mas. Venue ini akan menjadi tempat pertandingan balap kuda. Sehingga harus steril dari hewan kurban saat berlangsungnya perhelatan Asian Games pada 18 Agustus -2 September 2018.

Menurutnya, larangan tersebut telah disosialisasikan sejak lama, sehingga sudah diketahui oleh masyarakat sekitar masjid maupun venue Jakarta Equistrian.

"Itu sudah disosialisasikan sejak lama. sudah sejak lama Wali Kota, camat, menyampaikan bahwa, masyarakat sudah tahu itu. Jadi memang sudah di sampaikan lama dan alhamdulillah sejauh ini sosialisasinya berlangsung baik," kata Anies di kantor BPK Perwakilan Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Dijelaskannya, larangan pemotongan hewan kurban di dekat lokasi arena berkuda Equestrian Park, lantaran kuda-kuda pacuan tersebut sangat sensitif terhadap virus dan bakteri.

"Karena di sana ada equestrian yang kuda-kudanya memiliki sensitivitas dan aturan tentang binatang yang berada di sekitar sana sangat ketat," ujarnya.

Oleh karena itu, Anies meminta masyarakat mengerti larangan tersebut. Hal ini harus dilakukan karena Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games setelah tahun 1962 yang lalu pernah menjadi tuan rumah.

"Kami berharap masyarakat memahami karena ini bukan sesuatu yang terjadi tiap tahun, ini 56 tahun yang lalu, ada kejadian, sekarang ada dan diseluruh dunia aturannya sama. Mari kita tunjukan bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik dan warga Jakarta bisa jadi tuan rumah yang baik," tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan kawasan equistrian harus bebas dari hewan lain seperti sapi, kambing, bahkan kuda di sekitar arena Equistrian merupakan prasyarat penyelenggaraan Asian Games yang harus dipenuhi.

Untuk itu, pihaknya sudah membuar sura edaran agar kawasan tersebut harus steril dari hewan lain. Karena dikhawatirkan akan adanya penularan penyakit kepada kuda pacuan yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Selain soal penyakit, terkait tradisi penyembelihan hewan kurban dikhawatirkan akan membuat kuda di equestrian resah karena mencium bau darah. Karena itu, Saefullah akan meminta pemotongan hewan kurban dilakukan di PD Dharma Jaya.



Sumber: BeritaSatu.com