Wapres: Kita Utamakan Energi Terbarukan

Wapres: Kita Utamakan Energi Terbarukan
Wapres Jusuf Kalla ( Foto: istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:41 WIB

Nusa Dua - Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK), menyatakan, pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan upaya Indonesia mendukung penyelamatan lingkungan. Langkah ini juga mendapat dukungan positif dari Bank Dunia.

Hal ini mengemuka dalam pernyataan bersama Wapres Jusuf Kalla dan Chief Executive Officer (CEO) Bank Dunia, Kristalina Georgieva, di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10). Kegiatan ini, bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

"Kita utamakan renewable energy," kata Wapres.

Wapres merespons adanya sikap sebagian organisasi non-pemerintah (NGO) yang mengaitkan upaya mengoptimalkan manfaat EBT ini dengan masalah lingkungan. "Yang mengganggu lingkungan kan jelas, yang mana. Oleh karena itu, kita utamakan renewable energy," kata Wapres.

Pemerintah melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen hingga tahun 2025 mendatang. Langkah ini akan semakin mengurangi penggunaan energi fosil dan pada gilirannya akan menghemat devisa negara.

Sejumlah pembangkit dibangun dengan memanfaatkan EBT itu, antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Sumatera Utara, yang sedang dalam proses pembangunan, serta PLTA Poso dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sindereng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan.

Proyek-proyek tersebut juga merupakan bagian dari Infrastruktur Strategis Ketenagalistrikan Nasional sebagai bagian integral dari Program 35.000 Mega Watt (MW) Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa.

Apresiasi Bank Dunia

Langkah Indonesia dalam pemanfaatan EBT ini ditanggapi positif oleh Bank Dunia. Kristalina Georgieva menyatakan apresiasinya, dan menilai hal itu dinilai langkah nyata Indonesia dalam, upaya menekan pertumbuhan gas karbon.

"Itu hal yang Indonesia dapat banggakan. Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai 23 persen energi terbarukan pada tahun 2025. Kami percaya indonesia akan memenuhi komitmen itu," kata Kristalina Georgieva.

Terkait dengan bencana-bencana yang terjadi di dunia saat ini, dan juga di Indonesia, hal itu dinilai terkait erat dengan perubahan iklim. Kristalina menekankan, saat ini dunia harus mengakui bahwa perubahan iklim benar-benar terjadi, dan sudah terjadi.

"Diperlukan langkah mitigasi yang lebih keras lagi untuk menekan pertumbuhan gas karbon. Pengalaman yang sedang kita bahas di Palu, ini ada peringatan bahwa kita harus menemukan keberanian dalam diri kita untuk menangani bencana ke level yang lebih tinggi," katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE