Indonesia Sukses Prestasi dan Pelaksana Asian Para Games 2018

Indonesia Sukses Prestasi dan Pelaksana Asian Para Games 2018
Malam penutupan Acara Asian Para Games 2018 di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta,Sabtu 13 Oktober 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Hendro D Situmorang / HA Selasa, 16 Oktober 2018 | 23:38 WIB

Jakarta - Indonesia yang mendapat kehormatan sebagai penyelanggara Asian Para Games 2018 akhirnya sukses menyelenggarakan pesta olahraga benua Asia bagi penyandang disabilitas edisi ketiga yang berlangsung di Jakarta, 6-13 Oktober 2018.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) Raja sapta Oktohari mengatakan sukses prestasi dan pelaksana dalam suatu event menjadi keinginan utama tuan rumah penyelenggara suatu multi event masyarakat difabel seperti Asian Para Games (APG) ketiga 6-13 Oktober 2018 di Jakarta.

Sukses sebagai tuan rumah pelaksana merupakan sumbangsih yang diberikan setiap cabang yang dipertandingkan. Prestasi Indonesia juga yang terbaik dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. Terdekat adalah Thailand dan Malaysia yang berturut-turut tepat berada di bawah Indonesia, posisi tujuh dan delapan.

"Total medali yang kita raih 37 emas. Jumlah ini jelas melebihi target yang dibebankan pemerintah, 16 emas plus masuk posisi lima besar dari yang ditargetkan tujuh atau delapan besar. Atlet-atlet disabilitas Indonesia luar biasa dengan mampu menjawab tantangan pemerintah ditetapkan yang harus meraih 16 medali emas di Asian Para Games 2018, dengan sempurna. Mereka telah melampaui target itu," katanya di GBK Arena Jakarta, Sabtu (13/10).

Total raihan tersebut adalah sejarah baru dan lompatan besar bagi Indonesia. Pada Asian Para Games Guangzhou, Tiongkok 2010, total raihan Indonesia adalah 11 medali (1 emas, 5 perak, 5 perunggu). Sedangkan pada Asian Para Games Incheon, Korea Selatan 2014 total raihan Indonesia adalah 38 medali (9 emas, 11 perak, 18 perunggu).

10 Besar Peringkat Asian Para Games 2018:

Selain itu, Raja Sapta menganggap warisan terbesar event untuk atlet disabilitas se-Asia tahun ini adalah meningkatnya kesadaran terhadap masyarakat disabel.

“Warisan terbesarnya adalah awareness (kesadaran). Di mana sebelumnya Para Games belum banyak dikenal, sekarang banyak masyarakat yang jadi mau tahu," jelasnya.

Meski demikian, Raja Sapta tak membantah sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan Asian Para Games ketiga ini. Terutama sejumlah keluhan dari atlet pada hari-hari pertama pelaksanaan Asian Para Games.

“Pada hari pertama mereka complain soal transportasi dan makanan. Hari kedua soal catering, dan hari ketiga sudah tidak ada lagi (keluhan). Tetapi masukan mereka itu konstruktif, tidak destruktif, tidak mencari-cari kesalahan,” ucap pria yang akrab disapa Okto itu.

Ia meyakini bahwa atlet asing yang bertanding di Asian Para Games akan memiliki kenangan tentang Indonesia. Terutama karena makanan dan hiburan yang disediakan di Kampung Atlet Kemayoran. Hal itu sangat dirindukan. Okto menginformasikan bahwa mulai Minggu (14/10), sekitar 1.600 atlet asing berangkat meninggalkan Jakarta untuk kembali ke negara mereka masing-masing. Total ada 2.831 atlet yang terlibat di Asian Para Games 2018.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berterima kasih kepada para atlet dan suporter yang terus mengawal. Indonesia memang sudah meleset dari target, tetapi melesetnya ke atas. Prestasi ini membuat bangga sekaligus membingungkan pemerintah. Ia mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan anggaran bonus untuk 20 medali emas.

"Kami itu punya estimasi, pencapaian maksimal medali emas secara keseluruhan katakanlah berjumlah 20 emas, 50 perak dan 50 perunggu. Ternyata di lapangan, semangat juang atlet kita sangat luar biasa, sehingga melampaui estimasi itu," kata Menpora.

Imam melanjutkan, pemerintah awalnya hanya menyiapkan anggaran bonus sebesar Rp 204 milar. Dengan raihan di Asian Para Games 2018 saat ini, tentunya anggaran itu sudah tidak cukup. Alhasil, pemerintah pun melakukan bongkar pasang anggaran demi memberikan bonus kepada peraih medali Asian Para Games 2018. Kini, pemerintah sudah mendapat tambahan anggaran untuk membayar bonus para atlet sebesar Rp 27 miliar.

"Sudah barang tentu, dibantu Menteri Kekuangan Sri Mulyani, atas nama Presiden mencari tambahan anggaran, baik itu bersumber dari Kemenpora melakukan penyisiran dana yang belum terserap tapi tidak berdampak untuk masyarakat, seperti rapat-rapat hingga kunjungan, itu dipotong semua untuk memenuhi bonus," ucap Imam.

"Alhamdulillah kita juga mendapat dana tambahan dari bendahara Menteri Keuangan, Itu sudah mencukupi. Bila mana masih ada revisi (perubahan medali) lagi, kami akan melakukan revisi (anggaran) lagi," ujar Imam.

Sprinter Indonesia Sapto Yogo Purnomo (tengah) menembus finis final 100 meter putra T37 Asian Para Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 9 Oktober 2018. Sapto berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 11,49 detik. (ANTARA)

 

Selain medali, ada sejarah lain yang ditulis oleh para pahlawan olahraga kita, misalnya:

1. Atletik 'pecah telur' medali di Asian Para Games. Bahkan menjadi cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan medali bagi Indonesia (6 emas, 11 perak, 8 perunggu)

2. Rica Octavia memecahkan rekor Asia di nomor Lompat Jauh T20 Putri dengan lompatan sejauh 5,25 meter (melewati Siti Noor Radiah asal Malaysia 5,20 meter)

3. Putri Aulia memecahkan rekor Asian Para Games di nomor Lari 100m T13 Putri dengan catatan waktu 12,49 detik. Ia melampaui rekor pelari Tiongkok, Zhu Lin 13,13 detik.

4. Indonesia sapu bersih di nomor Lari 100m T13 Putri (Putri Aulia, Ni Made Ariani Putri, Endang Sari Sitorus)

5. Sapto Yogo Purnomo memecahkan rekor Asia di nomor lari 100m T37 Putra (11,49 detik). Ia melampaui rekor pelari Tiongkok, Yongbin Lian (11,51 detik).

6. Karisma Evi Tiarani memecahkan rekor Asia di nomor lari 100m T47/T63 Putri (14,93 detik). Ia melampaui rekor pelari Jepang Kaeda Maegawa (16,74 detik).



Sumber: Suara Pembaruan