KKP: Penenggelaman Kapal Meningkatkan Stok Ikan Nasional

Satgas 115 Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Polda Kepri dan TNI AL meledakkan lima kapal nelayan asing dengan rincian empat kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Vietnam di Perairan Batam, Kepulauan Riau, 5 April 2016. Antara/M N Kanwa
Aichi Halik / AHL Kamis, 11 Januari 2018 WIB

Jakarta - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengatakan, kegiatan penenggelaman kapal pencuri ikan yang telah dilakukan selama ini berhasil membuat stok ikan di kawasan perairan nasional terus mengalami peningkatan.

"Dampak dari perginya kapal-kapal asing dari wilayah kita stok ikan mengalami peningkatan. Empat tahun lalu stok ikan nasional kita 7,3 juta ton, sekarang menjadi 9,9 juta ton," kata Sjarief Widjaja di kantor KKP, Jakarta, Kamis (11/1).

Perhitungan tersebut berasal dari aktivitas "stock assesment" yang dilakukan sepanjang tahun 2016 dengan cakupan wilayah 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan.

Berdasarkan hasil itu, KKP mengeluarkan Kepmen KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 tentang Estimasi Potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP NRI dengan estimasi potensi sebesar 9,9 juta ton.

Menurut Sjarief, peningkatan stok ikan tersebut juga mendorong optimisme bagi nelayan untuk melaut, dan pihak KKP juga menyatakan telah melengkapi dengan semua sarana dan prasarana terkait pelabuhan agar nelayan juga bisa beroperasi dengan lebih baik.

"Dulu para nelayan kalau mencari ikan harus jauh ke laut sekarang cukup di daerah pesisir saja mereka bisa memperoleh ikan. Optimisme nelayan ini mendorong mereka untuk lebih sering melaut," katanya.



Sumber: BeritaSatu TV