Cordlife Tambah Kapasitas Penyimpanan Sel Punca Tali Pusat Terbesar di Indonesia

Cordlife Tambah Kapasitas Penyimpanan Sel Punca Tali Pusat Terbesar di Indonesia
CEO Cordlife Group Ms Tan Poh Lan (tengah), dr.Lin Ming Ming (kanan), dan CEO Cordlife Persada Retno Suprihatin (kiri) meresmikan fasilitas penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat atau sel punca terbesar di Indonesia. ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Sabtu, 18 Mei 2019 | 13:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT.Cordlife Indonesia membuka fasilitas penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat terbesar di Indonesia. Bank darah tali pusat dan tali pusat (ari-ari) atau disebut sel punca ini memiliki kapasitas sebanyak 70 ribu unit.

“Sebelumnya, di Indonesia kami menyimpan 10 ribu unit darah tali pusat dan tali pusat bayi baru lahir, namun seiring meningkatnya kesadaran orang tua untuk menyimpan darah tali pusat dan tali pusat anaknya, kami memperbesar kapasitas penyimpanan hingga 70 ribu unit,” kata CEO Cordlife Group dan Direktur Ekesekutif Ms.Tan Poh Lan saat peresmian kantor baru Cordlife Indonesia di kawasan Bungur, Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Poh Lan menjelaskan, penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat merupakan komitmen jangka panjang orang tua terhadap kesehatan putra-puterinya. Sebagai informasi, darah tali pusat dan tali pusat adalah sel punca (stem cell) yang dapat dikembangbiakkan dan digunakan untuk pengobatan anak atau individu si pemilik darah tali pusat dan tali pusat tersebut.

“Stem cell atau sel punca dari darah tali pusat kebanyakan pasien digunakan di dunia medis untuk regenerasi darah dan sistem kekebalan tubuh setelah terjadi kerusakan akibat penyakit atau pengobatan medis, seperti kemoterapi atau terapi radiasi,” jelas Poh Lan.

“Berbagai penyakit dapat diobati menggunakan sel punca darah tali pusat dan tali pusat, di antaranya adalah kanker darah seperti leukemia dan multiple myeloma, lalu tumor padat seperti limfoma, juga neuroblastoma dan retinoblastoma, kelainan kekebalan tubuh, kelainan metabolisme, dan kelainan darah tidak ganas seperti thalassemia major,” papar dr.Li Ming Ming.

Selain itu, lanjut dr.Li Ming Ming, berbagai penyakit lain juga sedang diteliti kemungkinannya untuk dilakukan pengobatan menggunakan sel punca darah tali pusat atau tal pusat. Diantaranya adalah multiple sclerosis, cedera tulang belakang, degenerasi tulang rawan, radang sendi (rheumatoid arthritis), cerebal palsy, penyakit jantung iskemik, stroke, cedera otak traumatis, sirosis hati, alzheimer, parkinson, huntington, hingga systemic lupus erythematosus.

Berapa biaya penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat di Cordlife? “Tidak mahal, dalam sebulan biayanya tidak lebih dari tiga gelas kopi yang dibeli di kafe,” ungkap Poh Lan tertawa.

Selain penambahan kapasitas penyimpanan darah tali pusat, Cordlife Indonesia, tambah CEO PT.Cordlife Persada dr. Retno Suprihatin, juga menyediakan layanan penyimpanan membran tali pusat dan pemeriksaan prapersalinan non invasif ibu hamil. “Pada pemeriksaan prapersalinan, darah ibu akan diambil 10 cc, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan apakah bayi berisiko menderita kelainan tertentu dan juga sekaligus bisa mendeteksi jenis kelamin. Ini memungkinkan bisa dideteksi karena dalam kandungan, DNA bayi bisa terlepas lewat darah di tali pusat dan selanjutnya bercampur dengan darah di tubuh ibu,” jelas dr.Retno Suprihatin.



Sumber: Investor Daily