Susu Mampu Gantikan Energi yang Hilang Saat Berpuasa

Susu Mampu Gantikan Energi yang Hilang Saat Berpuasa
Ilustrasi susu sapi perah ( Foto: Antara/Aditya Pradana Putera )
Dina Manafe / IDS Jumat, 17 Mei 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menahan lapar dan haus selama 12 jam sehari di bulan puasa ini membawa perubahan pada tubuh. Setelah berpuasa, tubuh memerlukan asupan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bernutrisi untuk menggantikan energi yang hilang seharian.

Berbuka puasa dengan yang manis-manis sangat dianjurkan. Sebab, kandungan karbohidrat dari makanan yang manis-manis mengembalikan energi. Namun, lebih baik kalau asupan yang dipilih juga kaya akan nutrisi lainnya dan nyaman dikonsumsi setelah perut lama kosong. Nah, susu bisa menjadi alternatif berbuka puasa yang sangat baik karena mengandung gula alami, juga bernutrisi lengkap.

Ahli gizi, dr Rizal Alaydrus mengatakan, tubuh memasuki fase berpuasa terhitung 8 jam setelah makan dan minum terakhir. Jika puasa kurang lebih 13-14 jam per hari, maka ada jeda beberapa jam saat perut dalam kondisi benar-benar kosong. Setelah seharian berpuasa, disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi.

Minum segelas susu sapi saat berbuka bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh selama berpuasa. Alasannya, susu mengandung nutrisi makro yang terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat serta nutrisi mikro yang meliputi vitamin juga bermacam-macam mineral.

“Minum susu dalam kondisi perut kosong justru sangat baik karena penyerapan zat gizi tubuh lebih maksimal,” kata Rizal pada acara berbuka bersama KIN Fresh Milk di Jakarta, Kamis (16/5).

Namun, menurut Rizal, tidak semua orang bisa minum susu dengan nyaman saat perut dalam keadaan kosong. Sebagian orang yang tidak nyaman atau mual saat minum susu bisa jadi mengalami intoleransi terhadap laktosa atau alergi dengan susu sapi.

Intoleransi laktosa terjadi ketika seseorang tidak bisa menyerap atau mencerna kandungan laktosa dalam susu, sehingga timbul imunitas pada dirinya sendiri. Orang yang mengalami intoleransi laktosa biasanya merasa mual, kram perut, kembung, buang gas yang berbau, hingga diare setelah minum susu. Ada pula orang yang alergi susu sapi. Ini terjadi ketika ada reaksi sistem kekebalan tubuh saat mencerna zat gizi dalam susu. Gejalanya hampir sama, mual, sakit perut, dan bisa diare setelah minum susu.

Karena itu, kata Rizal, harus memilih susu yang sesuai dengan kebutuhan tiap individu. Bagi yang alergi atau mengalami intoleransi laktosa, Rizal menyarankan untuk minum susu sapi yang mengandung protein A2. Karena kandungan susu ini seperti Air Susu Ibu (ASI). Tubuh tidak mengalami peningkatan imunitas.

Menurut Tiffany Pratiwi Suwandi selaku Brand Manager KIN Fresh Milk, protein A2 adalah senyawa protein alami pada susu sapi yang mudah dicerna tubuh, sama seperti komposisi protein dalam ASI. KIN Fresh Milk adalah satu produk dari PT ABC Kongen Dairy yang berasal dari 100% susu segar sapi A2. Sapi A2 telah diseleksi khusus melalui tes DNA yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2.

“Dengan kandungan protein A2 ini, kita berharap produk ini lebih nyaman untuk mereka yang selama ini alergi susu sapi,” kata Tiffany.

Untuk mengedukasi dan menyosialisasikan mengenai kebaikan susu sapi A2, KIN Fresh Milk juga akan mengadakan road show di Jakarta maupun Bandung selama bulan puasa. Selama road show ini mereka juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mendonasikan Rp 1.000 untuk setiap botol susu yang dikembalikan. Donasi ini akan diberikan ke rumah yatim.



Sumber: Suara Pembaruan