Jokowi: Gotong-royong Perkokoh PDI Perjuangan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua kiri), bersama Presiden Joko Widodo (tiga kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (empat kiri), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri), sejumlah deklarator PDI Perjuangan, dan undangan Ketua umum partai berfoto bersama dalam acara HUT ke-45 PDI Perjuangan di JCC, Jakarta, 10 Januari 2018.
Novy Lumanauw / GOR Kamis, 11 Januari 2018 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, gotong royong menjadi wahana memperkokoh dan mempersatukan berbagai elemen di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).

“Saya percaya, ada satu kata yang membuat PDI Perjuangan tetap kokoh berdiri yaitu gotong-royong. Gotong-royong lah yang membuat kita bisa bersatu dalam satu rampak barisan,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-45 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center, pada Rabu (10/1).

Presiden Jokowi yang hadir bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, didampingi jajaran menteri Kabinet Kerja. Hadir pula sejumlah pemimpin partai politik, di antaranya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Hadir pula, Wakil Presiden RI ke-6 Try Soetrisno dan Wakil Presiden RI ke-11 Boediono. Presiden Jokowi yang juga kader PDI Perjuangan mengungkapkan bahwa gotong royong telah membuat seluruh jajaran partai banteng moncong putih itu meyakini kemampuannya memperjuangkan suatu tujuan mulia.

“Gotong royong lah yang membuat kita yakin bahwa PDI Perjuangan akan terus-menerus menjadi wajah perjuangan rakyat Indonesia,” kata dia.

Namun ia mengingatkan bahwa perjuangan belum berakhir, pengabdian belum selesai, tugas sejarah kita masih berlanjut. Indonesia, kata Presiden Jokowi, harus menjadi negara maju yang terbebas dari kemiskinan, negara pemenang yang disegani bangsa lainnya, serta berperan penting dalam kepemimpinan dunia.

“Indonesia harus terbebas dari kemiskinan, Indonesia harus menjadi negara pemenang, dan Indonesia harus berperan dalam kepemimpinan dunia,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Presiden Ke-5 RI Megawati Sukarnoputri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan mengatakan partai pada umurnya yang ke 45 tahun telah berhasil melalui berbagai ujian sejarah.

Dia berterimakasih atas jasa para senior PDI Perjuangan yang terus mendukung partai dalam satu ideologi sehingga terus bersatu. Kemudian Megawati juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sebagai tonggak penting pembangunan bangsa.

Menurut Megawati nilai-nilai Pancasila sebagai penuntun bersumber dari jiwa bangsa Indonesia.

Partai Wong Cilik
Presiden Jokowi menyatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) adalah partai wong cilik (orang kecil) yang memperjuangkan demokrasi di negeri ini. “Selamat ulang tahun, par tai pejuang demokrasi. Selamat ulang tahun, partainya wong cilik,” kata Presiden Jokowi.

Di hadapan Ketua Umum PDI Perjuangan dan ribuan kader, Presiden Jokowi secara lantang mengungkapkan bahwa perjalanan selama 45 tahun telah menorehkan catatan kebesaran PDI Perjuangan. Menurut Presiden Jokowi, seluruh kader bangga.

Sebab, PDI Perjuangan telah membesarkan banyak tokoh, baik di tingkat lokal maupun nasional. Bahkan, partai berlambang banteng moncong putih itu telah menyumbangkan berbagai gagasan pembangunan dan bekerja nyata untuk bangkitnya Indonesia Raya.

“Indonesia beruntung memiliki PDI Perjuangan yang militan kadernya, yang demokratis, yang visioner tanpa melupakan sejarah bangsa. PDI Perjuangan adalah pendukung penting visi dan pembangunan Indonesia sentris, mendorong terwujudnya Poros Maritim Dunia dan pendukung pelaksanaan Nawa Cita di seluruh Nusantara,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: Investor Daily