Anggota Pansel KPK Pernah Ribut Soal Seterikaan Jas

Anggota Pansel KPK Pernah Ribut Soal Seterikaan Jas
Ilustrasi KPK. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / HA Jumat, 17 Mei 2019 | 22:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu dari sembilan anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) jilid V untuk masa jabatan tahun 2019-2023‎ dinilai bermasalah.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menyatakan calon anggoya pansel yakni Dirjen HAM Kemkumham, Mualimin Abdi telah menciptakan kontroversi di tengah masyarakat, sehingga dia mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau kembali keputusannya dalam menetapkan Pansel tersebut.

Menurutnya, sulit mendapatkan calon pimpinan KPK terbaik jika Pansel yang menyeleksinya bermasalah.

"Wajib evaluasi karena Presiden masih punya waktu mencabut. Tidak mungkin memilih kucing untuk menjaga ikan," kata Feri, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, Mualimin Saat mencalonkan diri sebagai Dirjen Peraturan Perundang-undangan pada 2014 lalu diketahui melakukan plagiasi dalam penulisan makalah.

Tak hanya itu, Mualimin juga tidak mencantumkan polis asuransi senilai Rp 2,5 miliar dalam catatan laporan LHKPN-nya. Nama Mualimin kembali memicu kontroversi pada 2016. Saat itu, Mualimin menggugat sebuah laundry senilai ratusan juta rupiah lantaran jasnya tidak licin dan menyusut.

"Bagaimana mungkin bisa memilih komisioner KPK yang baik jika panselnya tidak jujur dalam melapor LHKPN-nya," kata Feri.

Feri menilai dari sembilan anggota Pansel, tidak ada satupun yang merupakan tokoh masyarakat sipil dan dikenal antikorupsi. Bahkan, beberapa nama dikenal sebagai penggagas KUHP yang baru yang berisi pelemahan KPK.

"Istana harus kembali membangun citra pro-KPK melalui pilihan pansel yang tidak memiliki cacat moral," katanya.

Pansel Capim KPK ini terdiri dari Ketua merangkap anggota Dr Yenti Ganarsih, SH MH, Wakil ketua merangkap anggota Prof Dr Indriyanto Senoadji SH M.H, dan tujuh anggota lainnya, yakni Prof Dr Harkristuti Harkrisnowo, Prof Dr Marcus Priyo Gunarto SH MHum, Prof Dr Hamdi Moeloek, Dr Diani Sadia Wati SH LLM, Dr Mualimin Abdi SH MH, Hendardi SH, dan Al Araf SH MT.



Sumber: BeritaSatu.com