Komentari Ratusan KPPS Meninggal, Ani Hasibuan Dimintai Keterangan

Komentari Ratusan KPPS Meninggal, Ani Hasibuan Dimintai Keterangan
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 16 Mei 2019 | 11:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, memanggil dokter Roboah Khairani Hasibuan alias Ani Hasibuan untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi, terkait komentarnya soal banyaknya jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia, Jumat (17/5/2019) besok.

"Ya benar diagendakan pemeriksaan besok," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (16/5/2019).

Berdasarkan surat panggilan nomor: S/Pgl/1158/V/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, Ani diminta hadir untuk didengar keterangannya sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, sebagaimana konten yang terdapat di portal berita tamshnews.com, pada Minggu, 12 Mei 2019.

Hal itu diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP.

Pemanggilan Ani, berkaitan dengan laporan yang dibuat Carolus Andre Yulika dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, tertanggal 12 Mei 2019.

Ani diminta bertemu dengan penyidik Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, pada pukul 10.00 WIB, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jumat (17/5/2019) besok.

Diketahui dalam berapa kesempatan, Ani menyampaikan ada kejanggalan terkait meninggalnya ratusan KPPS dalam pemilu. Seperti dalam program acara di salah satu televisi swasta, Ani menilai para korban meninggal diduga bukan karena kelelahan.

"Sebagai dokter, dari awal saya sudah merasa lucu, ini bencana pembantaian apa pemilu, kok banyak sekali yang meninggal? Pemilu itu kan happy happy, ingin dapat pemimpin baru, tapi nyatanya meninggal," kata Ani Hasibuan dalam sebuah program televisi swasta, Selasa (7/5/2019) malam.



Sumber: BeritaSatu.com