Menag Lukman Berkelit Soal Uang Ratusan Juta yang Disita KPK

Menag Lukman Berkelit Soal Uang Ratusan Juta yang Disita KPK
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. Lukman diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019 dengan tersangka Romahurmuziy. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / YUD Rabu, 8 Mei 2019 | 18:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, Rabu (8/5).

Usai diperiksa, Lukman berkelit saat dikonfirmasi awak media mengenai uang Rp 180 juta dan US$ 30 ribu yang disita tim penyidik saat menggeledah ruang kerjanya di Kementerian Agama beberapa waktu lalu.

Alih-alih menjawab soal uang ratusan juta rupiah tersebut, Lukman membela diri soal uang Rp 10 juta yang disebut diterimanya dari Kakanwil Kemag Jatim, Haris Hasanuddin yang menjadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan. Lukman mengakui menerima uang tersebut dan melaporkannya kepada KPK.

"Jadi yang terkait dengan uang Rp 10 juta itu, saya sudah sampaikan kepada penyidik KPK bahwa sudah lebih dari sebulan yang lalu. Uang itu sudah saya laporkan kepada KPK. Jadi saya tunjukan tanda bukti pelaporan yang saya lakukan bahwa uang itu saya serahkan kepada KPK karena saya merasa saya tidak berhak untuk menerima uang itu," kata Lukman usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Sementara terkait uang ratusan juta rupiah yang telah disita tim penyidik, Lukman tak menjawabnya. Lukman meminta awak media untuk mengonfirmasi hal tersebut kepada KPK.

"Jadi ini yang bisa saya sampaikan hal-hal yang lain yang terkait dengan materi perkara saya mohon dengan sangat kepada seluruh temen-teman media, para jurnalis untuk sebaiknya menanyakan langsung kepada KPK, karena mereka lah yang paling tahu untuk memilah dan memilih mana hal-hal yg layak untuk konsumsi publik dan mana yang tidak karena proses ini kan masih sedang berlangsung," katanya.

Lukman mengklaim menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Untuk itu, Lukman mengaku tak dapat menyampaikan hal yang terkait materi perkara.

"Oleh karenanya saya harus menghargai dan menghormati proses yang sedang berlangsung sehingga saya merasa tidak pada tempat nya, tidak etis kalau saya yang membeberkan hal-hal yang sifatnya materi perkara hukum yang sedang ditangani," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan