Polisi Panggil Timses Prabowo-Sandi soal Hoax Ratna

Polisi Panggil Timses Prabowo-Sandi soal Hoax Ratna
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) didampingi Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kiri) memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10). ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Bayu Marhaenjati / JAS Jumat, 12 Oktober 2018 | 13:11 WIB

Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, melayangkan surat pemanggilan terhadap Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penyebaran berita bohong atau hoax tersangka Ratna Sarumpaet, Senin (15/10) mendatang.

"Penyidik melayangkan surat panggilan kepada Ibu Nanik, yang nanti akan diagendakan untuk (diperiksa) hari Senin, jam 13.00 WIB," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (12/10).

Dikatakan, Nanik diduga merupakan salah satu orang yang memberi kabar soal dugaan Ratna Sarumpaet dianiaya kepada Prabowo. Penyidik akan menggali keterangannya seputar penyampaian kabar itu.

"Jadi Bu Nanik ini perannya adalah dia yang memberitahukan bahwa RS dianiaya. Memberitahukan kepada Pak Prabowo. Ini kita akan gali keterangannya seperti apa," ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik juga sudah memeriksa Presiden KSPI Said Iqbal dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, untuk dimintai keterangannya terkait kasus penyebaran berita bohong alias hoax Ratna Sarumpaet, di Mapolda Metro Jaya.

Diketahui, Polda Metro Jaya, menangkap Ratna Sarumpaet ketika hendak pergi ke Cile, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (4/10) lalu.

Penyidik telah menetapkan aktivis senior itu sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Polisi menjeratnya dengan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE