Jokowi: Penenggelaman Kapal itu Bentuk Law Enforcement

Kapal Polisi Air (Polair) berada di samping dua kapal motor nelayan Vietnam yang ditenggelamkan di Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalbar, 5 April 2016. Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Polri menenggelamkan dua kapal Vietnam yaitu KM Sinar-288/BV3240TS dan KM Sinar-533/BV99253TS yang ditangkap Kapal Patroli Pinguin-5011 dari Ditpolair Mabes Polri saat sedang mencuri ikan di Perairan Pulau Sumpadi, Kabupaten Sambas, Kalbar pada Maret lalu. Antara/Jessica Helena Wuysang
Aichi Halik / AHL Kamis, 11 Januari 2018 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam penenggelaman kapal maling ikan. Namun, Jokowi juga ingin Susi fokus meningkatkan ekspor.

Jokowi menegaskan bahwa penenggelaman kapal adalah bentuk dari penegakkan hukum demi menimbulkan efek jera bagi pencuri ikan.

"Jadi penenggelaman itu bentuk law enforcement (penegakkan hukum) yang kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main terhadap illegal fishing terhadap pencurian ikan. Oleh sebab itu yang paling seram ya ditenggelamkan. Untuk efek jera," tutur Jokowi di acara Rakernas Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (10/1).

Dikatakan Jokowi, kebijakan yang dibuat pada dasarnya adalah untuk kebaikan negara. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendukung sepanjang hal itu baik untuk kepentingan rakyat.

"Semua kebijakan itu pasti untuk kebaikan negara. Pasti untuk kebaikan rakyat. Setiap menteri pasti memiliki kebijakan dan kebijakan itu pasti untuk kebaikan enggak ada untuk kejelekan enggak ada. Semua saya dukung," tegas Presiden.

Selain itu, Jokowi juga menginginkan Susi untuk konsentrasi ke industri pengolahan ikan dan juga ekspor.

"Tetapi saya sampaikan kepada Bu Susi. Bu, dalam rapat, sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong untuk ekspor, ikan untuk ekspor karena ekspornya kita turun, Itu saja," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu TV