Pencuri Uang Setoran SPBU Rp 84 Juta, Ternyata Sopir Korban

Pencuri Uang Setoran SPBU Rp 84 Juta, Ternyata Sopir Korban
Ilustrasi pencurian. ( Foto: dok )
Bayu Marhaenjati / YUD Sabtu, 18 Mei 2019 | 18:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, tak memerlukan waktu lama membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dengan kerugian uang tunai Rp 84.000.000, di Jalan Hang Tuah Raya, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pelaku tunggal berinisial S (43), ternyata merupakan sopir pribadi korban HS.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, tersangka S sudah bekerja dengan korban sejak 4 tahun belakangan.

"Saat melakukan olah TKP, penyidik kami melakukan interogasi dan wawancara dengan orang yang ada di sekitar TKP, dan mengarah kepada tersangka. Setelah dicek alibinya, tersangka tidak bisa menyampaikan alibi yang kuat, sehingga kita lakukan penggeladahan dan ditemukan barang bukti uang masih utuh Rp 84 juta yang diambil dari korban," ujar Ade, Sabtu (18/5/2019).

Dikatakan Ade, pelaku melakukan penganiayaan memukul kepala korban menggunakan besi sepanjang 80 sentimeter.

"Alat yang digunakan tersangka untuk melukai korban sebanyak tiga kali itu dibuang oleh tersangka di sungai daerah Jalan Tendean, dekat Sekolah Tarakanita," ungkap Ade.

Ade menyampaikan, motif tersangka mencuri uang bosnya kerena terlilit utang kepada bank sebesar Rp 25 juta.

"Alasan tersangka melakukan ini adalah tersangka mempunyai utang kepada bank dan koperasi sebesar Rp 25 juta. Kemudian dalam waktu dekat, dia akan membiayai anak masuk sekolah, dan dia merasa khilaf hingga akhirnya melakukan tindakan menganiaya majikannya sebanyak 3 kali dengan nenggunakan pipa besi sepanjang 80 sentimeter," kata Ade.

Menurut Ade, pada saat kejadian korban tidak mengetahui kalau pelaku merupakan sopirnya.

"Korban sampai dengan kejadian tidak mengenali siapa pelakunya. Namun, berdasarkan olah TKP, TKP tidak rusak, pintu tidak dirusak, CCTV juga sudah dipotong kabelnya oleh tersangka. Sehingga mengarah ke tersangka," jelasnya.

Ade melanjutkan, tersangka S telah mengetahui kebiasaan bosnya menerima uang hasil penjualan SPBU, setiap hari, sekitar pukul 21.00 WIB.

"Suatu saat tersangka berencana jam 5 (17.00) dia pulang, jam 8 (20.00) kembali lagi. Masuk ke rumah, kemudian memotong kabel CCTV di rumah korban, kemudian menyiapkan pipa 80 sentimeter itu disimpan di balik tiang. Kemudian ketika korban muncul jam 21.00 untuk mengambil uang hasil SPBU, di situ tersangka melakukan aksinya," kata Ade.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Tersangka kami jerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukumannya 9 tahun penjara," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, peristiwa pencurian dengan kekerasan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, di sebuah rumah Jalan Hang Tuah Raya, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019) kemarin.

Kronologi kejadian, bermula ketika korban HS menerima uang setoran hasil penjualan SPBU Hang Lengkir dari karyawannya, di gerbang rumahnya, sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian, karyawannya langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Tak lama, karyawan SPBU itu mendapatkan telepon dari korban yang memintanya untuk kembali karena dirinya mengalami perampokan. Sejurus kemudian, karyawan bersama petugas keamanan SPBU menuju ke rumah bosnya dan melihat korban sudah mengalami luka benjol di kepala serta kuping berdarah. Korban selanjutnya, dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dan kasusnya dilaporkan ke polisi.



Sumber: BeritaSatu.com