Terduga Teroris Bogor Termasuk Jaringan Abu Hamzah

Terduga Teroris Bogor Termasuk Jaringan Abu Hamzah
Sejumlah barang bukti yang diamankan dari terduga teroris Endang alias AR (51) di kediamannya Nangewer, Cibinong, Bogor, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/05/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / YUD Sabtu, 18 Mei 2019 | 15:46 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Mabes Polri menyebut terduga teroris Endang alias AR (51) yang diamankan Densus 88 di Nangewer, Cibinong, Kabupaten Bogor merupakan jaringan Fikih Abu Hamzah. Kelompok ini dikenal militan dan sangat berbahaya.

"Ini berbeda dengan kelompok JAD Lampung, JAD Bekasi dan JAD Jawa tengah. Dulu kelompok ini memang JAD, tapi sudah pecah menjadi jaringan Firkih Abu Hamzah dan Abu Hamza sendiri saat ini masih berada di Suriah," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan di lokasi penangkapan Cibinong, Sabtu (18/5/2019).

Dedi menambahkan, jaringan tersebut dikenal lebih militan dan lebih berbahaya dengan kelompok teroris lainnya. Jaringan ini sudah melakukan beberapa serangkaian aksi teror bom diantaranya yang terjadi di Mapolres Surakarta pada 5 Juli 2016 silam.

"Mereka lebih berbahaya dan militan pengikut dari Abu Hamzah yang saat ini ada di Suriah. Kelompok ini yang pernah melakukan serangan terorisme dengan sasaran di Polres Surakarta," beber Dedi.

Selain itu, jaringan Firkih Abu Hamzah ini juga terkoneksi dengan kelompok teroris lainnya yakni mujahidin Indonesia Timur dan kelompok Santoso di Poso. Sementara, terduga E ini ditangkap dari hasil pengambangan kasus terorisme di Jawa Tengah.

"Mereka masih terkoneksi kelompok sana (mujahidin Indonesia Timur dan Poso). Terduga E ini ditangkap hasil pengembangan teroris di Pemalang, Jawa Tengah. Lalu akhirnya Densus melakukan preventives straight dengan menangkap saudara E," kata Dedi.

Adapun aksi serangkaian teror dilakukukan untuk menujukam eksistensinya kepada dunia bahwasanya jaringan Abu Hamza masih ada. Instruksi langsung dari Suriah, agar setiap jaringannya melakukan aksi.

"Doktrin yang diberikan, aksi saat Ramadan dan secara kebetulan pada 22 Mei (saat aksi people power) nanti pengumuman pemilu dijadikan sasaran untuk memunculkan eksistensinya," Dedi menambahkan.

Seperti diketahui, Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap pria berinisial E karena terlibat jaringan terorisme di RT 02 RW 03, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jumat 17 Mei 2019. Polisi juga mendapatu barang bukti berupa bahan peledak, paku, panci, detonator dan buku perakitan bom.



Sumber: BeritaSatu.com