Amankan Pertemuan IMF-World Bank, Lanud Iswahyudi Kirim 4 Pesawat

Amankan Pertemuan IMF-World Bank, Lanud Iswahyudi Kirim 4 Pesawat
Pesawat tempur F-16. ( Foto: Antara )
/ YUD Sabtu, 6 Oktober 2018 | 07:24 WIB

Madiun - Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal menyatakan jajarannya juga dilibatkan dalam pengamanan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali pada tanggal 7-14 Oktober 2018.

"Iswahjudi juga dilibatkan untuk kesiapan pengamanan wilayah udara dalam rangka agenda internasional tersebut. Yakni dengan menyiagakan pesawat tempur F-16 dan T-50 Golden Eagle," ujar Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal di sela kegiatan pameran alutsista HUT ke-73 TNI di Alun-Alun Kota Madiun, Sabtu (6/10).

Menurut dia, selama periode kegiatan tersebut berlangsung, jajarannya akan siap all out dengan melakukan pengamanan patroli udara.

"Nanti masing-masing pesawat dua flight, baik dari F-16 dan T-50. Tentu juga didukung oleh pesawat tempur yang lain, seperti Sukhoi," katanya.

Rizal menegaskan, pengamanan ajang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 merupakan hal yang penting dan menjadi fokus dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Ini kegiatan internasional yang penting. Apalagi banyak tamu negara dari berbagai negara yang hadir. Jadi sudah menjadi tanggung jawab Indonesia sebagai tuan rumah untuk memberikan jaminan keamanan," katanya.

Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali pada 7-14 Oktober.

Dalam kegiatan tersebut akan ada sekitar 378 tamu VIP dan VVIP dari 189 negara. Tamu peserta yang hadir sebagian besar adalah pejabat dan kepala negara, menteri di bidang ekonomi dan gubernur bank sentral serta para pengusaha, investor dan pimpinan dari lembaga terkait yang menjadi pemangku kepentingan ekonomi di banyak negara.

Adapun pertemuan tersebut membahas isu ekonomi penting. Di antaranya, penguatan International Monetary System (IMS), ekonomi digital, pembiayaan pembangunan infrastruktur negara berkembang, penguatan aspek ekonomi dan keuangan syariah dan isu-isu terkait sektor fiskal, seperti urbanisasi, human capital, manajemen risiko bencana, perubahan iklim dan pembiayaan infrastruktur.



Sumber: ANTARA
CLOSE