Lubang Hitam yang Lapar Menelan Bintang-bintang

Lubang Hitam yang Lapar Menelan Bintang-bintang
Lubang hitam yang lapar. ( Foto: mashable.com )
Nurlis E Meuko / NEF Kamis, 21 Juni 2018 | 02:00 WIB

Astronom melacak lubang hitam (black hole) supermasif, 20 juta kali lebih besar dari matahari, yang memakan dan menghancurkan bintang yang melintasi terlalu dekat.

Terletak hampir 150 juta tahun cahaya dari bumi, para ilmuwan berteori bintang berputar di sekitar lubang hitam, intens memancarkan sinar-x dan cahaya, sebagai pancaran material pada seperempat dari kecepatan cahaya.

Kejadian seperti itu, yang disebut peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption event - TDE), jarang terlihat.

Dalam kasus kematian bintang ini, para astronom menggunakan radio dan teleskop inframerah, seperti New Mexico's Very Long Baseline Array (VLBA), untuk mengawasi peristiwa yang terjadi pada sepasang galaksi bertabrakan yang disebut Arp 299.

"Kami belum pernah mengamati secara langsung formasi dan evolusi jet dari salah satu peristiwa ini," Miguel Perez-Torres, dari Astrophysical Institute of Andalusia dan yang menerbitkan laporan di jurnal Science, mengatakan dalam sebuah pernyataannya.

Perez-Torrez dan Seppo Mattila, dari Universitas Turku di Finlandia, mendapat indikasi pertama bahwa sesuatu sedang terjadi pada Januari 2005.

Astronom melihat ledakan terang di dekat Arp 299, dan terus melacak terjadinya lebih dari satu dekade, yang mengungkapkan gelombang elektromagnetik mengalir ke satu arah dari lubang hitam.

Lubang hitam adalah area ruang yang memiliki tarikan gravitasi yang kuat sehingga tidak ada yang bisa lolos darinya, termasuk cahaya. Meskipun kebanyakan galaksi memiliki lubang hitam, namun belum tentu secara aktif memakan semuanya.

Mattila mengatakan penemuan itu mungkin hanya "puncak gunung es" untuk TDE, dengan potensi untuk lebih banyak penemuan di masa depan.



Sumber: mashable.com