Proyek Undang-Undang

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 21

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 21
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 21

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 21
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

" class="hz_appear" />

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 26

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 26
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 26

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 26
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

Senin, 12 Juli 2010 WIB

DPR terus memperburuk citra mereka sendiri. Selain kinerja rendah dalam menyelesaikan salah satu tugasnya, membuat undang-undang, kehadiran dalam berbagai sidang pun dikeluhkan.

Keluhan itu disampaikan Ketua DPR Marzuki Alie ketika pembukaan masa sidang keempat tahun ini. Anggota parlemen tidak saja terlambat hadir di ruangan, tetapi juga jumlah yang hadir tidak cukup untuk memenuhi kuorum. Beberapa kali pembukaan rapat paripurna harus ditunda menunggu kedatangan anggota DPR hanya sekadar memenuhi kuorum pembukaan rapat.

Rapat paripurna yang seharusnya dijadwalkan pukul 9.00 WIB. molor hingga pukul 11. 00 WIB. Selama dua jam pimpinan Dewan menunggu jumlah anggota DPR datang dan memenuhi kuorum agar rapat bisa dimulai.
 
Menurut anggota Komisi III, Akbar Faisal, tidak tertutup kemungkinan ada anggota Parlemen yang berkantor hanya dua hingga tiga kali setahun.
 
“Ada yang datang hanya waktu pelantikan, perkenalan, dan waktu paripurna Pansus Century yang lalu. Setelah itu tidak pernah hadir lagi,” kata Akbar.
 
Keluhan lain adalah produktivitas DPR yang lemah. Dari target 70 menyelesaikan rancangan undang-undang, DPR hanya mampu merampungkan lima buah saja atau sekitar lima persen dalam tiga kali masa sidang tahun ini. Bahkan satu undang-undang yang disahkan ditolak.
 
“Kita tertinggal jauh dalam proses legislasi 2010. Ini citra DPR. Jangan hanya fungsi pengawasan, 70 RUU harus menjadi perhatian,” kata Marzuki.
 

Dari 70 rancangan yang ditargetkan, 31 di antaranya merupakan revisi undang-undang. Padahal dalam masa sidang yang terakhir tahun ini, masa kerja DPR hanya menyisakan 15 hari kerja. Legislatif akan kembali masuk masa reses mulai 31 Juli.

 
Empat rancangan yang disahkan menjadi undang-undang adalah rancangan RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2008, RUU Pencabutan Perppu Nomor 4 tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK, RUU APBN-P 2010, dan RUU Ratifikasi Perjanjian antara Republik Indonesia dan Republik Singapura tentang Penetapan Garis Batas Laut Wilayah kedua Negara.
 
Selain kuantitas, kualitas undang-undang yang dihasilkan juga berkualitas rendah. Banyaknya permintaan uji material undang-undang ke Mahkamah Konstitusi adalah buktinya.
 
”Sejumlah kasus judicial review dan pembatalan Undang Undang merupakan pelajaran penting dan berharga,” tambah Marzuki.
 
Kinerja rendah, kualitas produk yang asal-asalan, dan sikap malas inilah yang menurut pengamat politik, Arbi Sanit, karena pekerjaan DPR berdasarkan pendekatan proyek.
 
 “Undang Undang itu proyek DPR. Mereka membuat asal-asalan sehingga direvisi terus. Yang direvisi hanya sedikit tetapi waktunya lama sekali. Inilah jahatnya orang partai politik,” kata Arbi menanggapi hal tersebut. 
 
Sumber: -