Siapa Bilang, Otsus Papua Gagal?

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 21

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 21
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 21

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 21
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

" class="hz_appear" />

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 26

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 26
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 26

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 26
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

Sabtu, 10 Juli 2010 WIB

Pemerintah membantah otonomi khusus yang diberlakukan di Papua gagal.

Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Saut Situmorang, sehari setelah sekitar ribuan orang berdemonstrasi di Jayapura dan Jakarta, Kamis, untuk menolak hak otonomi khusus dan meminta referendum.

“Siapa bilang otonomi khusus gagal? Kalau ada pendapat seperti itu [mengatakan otonomi khusus gagal] belum tentu penilaian semua orang Papua. Bisa saja hanya sekelompok orang,” kata Saut.
 
Menurutnya kalau otonomi khusus memang dinilai belum sempurna, sebaiknya disempurnakan sesuai aturan karena pemerintah terbuka terhadap berbagai aspirasi. “Kita perhatikan semua, Juga mereka yang meminta referendum,” kata Saut.
 
Berbicara kepada BBC,  Menko Polkam, Djoko Suyanto mengatakan di bawah hak otonomi khusus selama ini, Papua mendapat jatah anggaran pembangunan terbesar dibanding provinsi-provinsi lain. “Pemerintah pusat sudah memberi kewenangan besar pada pemerintah daerah. Gubernur dan DRDP harus berkomunikasi soal ini,” kata Djoko.
 
Djoko juga mengatakan alasan permintaan referendum tidak akan mudah diterima dan sekalipun mendapat dukungan, permintaan semacam itu harus melalui proses yang sangat panjang dari DPR Papua hingga diputuskan DPR pusat.
 
Demonstrasi menolak otonomi khusus di Papua, Kamis lalu dilakukan oleh sekitar seribuan orang Papua di Jayapura. Selain menolak otonomi khusus, hak memerintah sendiri yang lebih luas dari yang diterima sebagian besar provinsi lain, mereka juga menuntut referendum.
 
Aksi serupa juga digelar di Jakarta dan diikuti  puluhan orang Papua yang tergabung dalam Forum Demokrasi Rakyat Papua Bersatu. Dalam orasi di depan kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis lalu, Koordinator Forum, Agus Kossay mengatakan, otonomi khusus  Papua tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat Papua dan hanya dijadikan alasan bagi-bagi kekuasaan di antara para elite Papua.  
 
Mereka karena itu menginginkan ada referendum untuk rakyat Papua guna memastikan kedaulatan dan nasib rakyat Papua.
 
“Bapak Mendagri yang terhormat, jangan permainkan nasib rakyat Papua. Sekarang banyak mama-mama yang melahirkan anak-anaknya hanya untuk dibunuh dan di culik. Kami tak mau anak-anak kami dibunuh,” kata Agus.
Sumber: -