Tikus Golkar

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 21

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 21
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 21

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 21
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

" class="hz_appear" />

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 26

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 26
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/articlelanding.php

Line Number: 26

Backtrace:

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/views/articlelanding.php
Line: 26
Function: _error_handler

File: /home/user/beta.beritasatu.com/application/controllers/Article.php
Line: 18
Function: view

File: /home/user/beta.beritasatu.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

Selasa, 6 Juli 2010 WIB

Tidak ada yang tahu mengapa Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memilih tikus sebagai simbol politisi yang bekerja keras dan taktis. Saat Rakornis Wilayah Jawan, Bali dan NTB, Ical meminta agar kader Golkar dalam berpolitik harus meniru gaya tikus. Tidak langsung menggigit, tapi mengendus terlebih dahulu.

Selama ini, tikus sebagai simbol koruptor. Iwan Fals mempopulerkan dengan lagunya, Tikus-tikus Kantor. Mahasiswa membawa binatang pengerat ini setiap kali menggelar demonstrasi menuntut pembersihan koruptor. Para politisi pun sependapat, tikus identik dengan perbuatan korupsi.
 
Siapapun tahu, tikus adalah binatang yang suka sekali di tinggal di tempat yang kotor. Tak ada orang suka dengan tikus. Apalagi tikus clurut yang pekerjaannya selalu mencuri makanan sembari mengencingi tempat yang dilewati. Petani membenci sekali binatang ini. Di sawah memangsa tanaman, di rumah menggarong melalui jalan belakang.
 
Terang saja politisi lain merasa mendapat amunisi menyerang Golkar. Ketua DPP PD Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan politik harus lah mengandung moral oleh karena itu tidak boleh seperti tikus. Politik itu untuk membangun bangsa dan negara tidak boleh mengendus-endus. Apalagi menjebak untuk kepentingan pribadi.
 
Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin juga “menyerang” Ical dengan menyatakan bahwa politisi itu harus punya ideologi yang seharusnya diarahkan untuk rakyat banyak bukan untuk kepentingannya sendiri. Hidup itu. Kata Wakil Ketua MPR ini, adalah untuk politik, bukan hidup dari politik.
 
Tikus selama ini sudah terlanjur dikesankan binatang yang memiliki citra negatif. Intelektual muda yang kini menjadi Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto sependapat jika tikus itu sudah identik dengan koruptor.
 
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono mengatakan sebaliknya. Menurutnya, tidak selamanya tikus itu identik dengan kejelekan. Entah dari mana Agung menemukan falsafah tikus yang mengkritik tanpa membuat sakit orang lain, memberi aran tanpa terkesan menggurui.
 
Ical tak pernah memberi penjelasan mengani pemilihan tikus, kecuali dengan dua kata, mengendus dan menggigit. Boleh jadi, analogi yang spontan dan spontanitas itu biasanya lebih jujur karena berasal dari bawah alam sadar.
 
Atau mungkin Ical menyadari, Golkar memang tikus? Sekedar untuk memancing siapa yang ingin menggebuk atau justru ingin menjadi teman.
Sumber: -