John Wick 3, Saat Sang Pembunuh Kembali Tampil Brutal

John Wick 3, Saat Sang Pembunuh Kembali Tampil Brutal
John Wick 3 ( Foto: istimewa / istimewa )
Dina Fitri Anisa / IDS Jumat, 17 Mei 2019 | 15:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di dunia sinema, ada anggapan bahwa performa umumnya bakal semakin menurun mengikuti angka sekuel yang dikeluarkan. Namun, hal berbeda justru terjadi pada franchise John Wick. Sutradara Chad Stahelski memberikan ruang dan kualitas luar biasa untuk meningkatkan performa film yang satu ini dalam sekuel terbarunya, John Wick 3.

Film ini menghadirkan kisah ‘Baba Yaga’, sebutan untuk seorang pembunuh bayaran yang paling disegani bernama John Wick (Keanu Reeves). Dipacu waktu, John Wick telah siap diburu dan memburu pembunuh bayaran dari segala penjuru.

Konsekuensi tersebut ia dapatkan dari perbuatannya dalam film sebelumnya, yaitu saat ia membunuh salah satu pentolan jaringan pembunuh bayaran internasional High Table bernama Santino D'Antonio (Riccardo Scamarcio).

Tidak hanya itu saja kesalahannya. Pertumpahan darah itu juga terjadi di sebuah tempat netral bernama, The Continental. Saat berita itu terdengar di telinga ketua High Table, label eksekusi mati atau yang lebih dikenal dengan "Excommunicado" pun langsung diumumkan.

Bayangkan saja, pembunuh mana yang tidak tergiur saat mendapat iming-iming upah sebanyak US$ 14 juta atau setara dengan Rp 204 miliar untuk mencabut nyawa John Wick?

Alhasil, John pun sontak melarikan diri di malam pengumuman itu dibuat. John yang masuk ke daftar buruan para assassins memutuskan lari ke tempat sang Director (Anjelica Huston). Di sana John menggunakan tiket satu-satunya untuk pergi ke Casablanca dan menemui kawan lamanya, Sofia (Halle Berry).

Dirinya masih mencari jalan untuk menemui Elder, yang merupakan salah satu pemegang kekuasaan tertinggi dari High Table. Pencarian tersebut bertujuan untuk meminta penebusan akan semua kesalahan yang pernah dilakukan oleh dirinya, dan berharap dapat memulai hidup baru sebagai assassin yang tunduk pada High Table.

Namun tetap saja, ia tidak bisa lari dari intaian pembunuh bayaran. Jadi bisa dibayangkan, di film ketiga yang disutradarai oleh Chad Stahelski ini, penonton bakal sulit memejamkan mata karena pertarungan brutal si hantu Baba Yaga dimulai dengan cepat.

Di sisi lain, kisahnya semakin diperburuk dengan hadirnya Adjudikator dari High Table (Asia Kate Dillon) yang menilai John Wick dan orang-orang di sekitarnya tidak setia terhadap High Table. Hal ini mengancam posisi Winston (Ian McShane), Bowery King (Laurence Fishburne), dan bahkan sang Director sendiri.

Pencak Silat

Sejak awal, Stahelski tidak ingin pelit untuk memberikan adegan long take yang dilakukan di setiap adegan laga tersebut. Bahkan hampir setiap adegan laga yang ada memiliki long take-nya masing-masing. Bila penggemar John Wick menonton, mereka pun akan setuju bila tingkat brutal tertinggi sekuel John Wick bisa ditemukan dalam film ini.

Dalam setiap pertempuran, penonton akan merasakan bahwa adegan tersebut dibuat dengan sangat artistik. Penonton pun tidak akan menemukan fokus yang percuma untuk setiap aksi yang hadir di film ini. Lebih uniknya lagi, Stahelski berusaha mengangkat derajat aktor laga garis keras dari berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Mereka adalah Yayan Ruhiyan dan Cecep Arif Rahman. Pencak silat dan senjata tradisional karambit diberi kesempatan waktu yang cukup luas untuk dinikmati seluruh penonton dunia. Tidak berhenti sampai di situ, hal menarik yang terjadi dalam pertarungan mereka adalah terdapat selingan-selingan dialog bahasa Indonesia yang pastinya membuat sebagai penonton dari Indonesia menjadi histeris.

Dialog dari bahasa Indonesia itu ternyata diminta langsung oleh Stahelski. Sebab, pencak silat yang dilakukan untuk menghadapi Keanu Reeves memiliki jeda-jeda kosong yang cukup banyak. Karena Stahelski merasa sayang jika tidak diisi dengan suatu hal, maka ia meminta mereka berdua mengisinya dengan berdialog.

Hal ini membuat karakter yang diperankan Yayan dan Cecep sangatlah spesial. Dibanding semua pembunuh bayaran yang memburu John Wick, hanya mereka berdua saja yang dibiarkan hidup.

Tentunya ini memberikan spekulasi bahwa mereka berdua bisa saja kembali muncul di dalam John Wick 4. Apalagi, film ini masih membuka peluang untuk sekuel lanjutannya lagi.



Sumber: Suara Pembaruan