Bambang Purwanto

Membangkitkan Ekonomi Batam Melalui Jalur Pariwisata

Membangkitkan Ekonomi Batam Melalui Jalur Pariwisata
Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto ( Foto: BeritaSatu.com / Sri Rejeki Listyorini )
Sri Rejeki Listyorini / NEF Selasa, 4 September 2018 | 13:51 WIB

Setelah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi cukup tajam pada akhir 2017 akibat merosotnya investasi, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus berbenah untuk mengembalikan kejayaannya dengan mengubah strategi untuk menggerakkan perekonomian.

Selain sektor investasi dan perdagangan, BP Batam sangat serius mengembangkan sektor pariwisata agar pertumbuhan ekonomi pulau tersebut bisa mencapai lebih dari 5% tahun ini dan menjadi 7% pada 2019. Berbagai kegiatan bertaraf nasional dan internasional digelar untuk mendatangkan wisatawan asing.

Sementara itu, untuk meningkatkan investasi, BP Batam melakukan berbagai kemudahan perizinan, antara lain membentuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Tidak hanya itu, izin investasi dan perdagangan bisa dilakukan secara online (online single submission/OSS) yakni pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana BP Batam berbenah dalam menggenjot perekonomiannya, wartawan Suara Pembaruan melakukan wawancara dengan Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto. Berikut petikannya:

Belakangan ini BP Batam sangat aktif menggelar berbagai kegiatan bertaraf nasional, bahkan internasional. Apa tujuannya?

BP Batam pada kepemimpinan baru yang dilantik pada Oktober 2017, aktif mempromosikan Batam tak hanya bidang investasi dan perdagangan, tetapi juga sektor pariwisata hingga ke nagara RRC, Hongkong, Korea, Jepang, dan Australia. Karena kami menyadari bahwa sektor pariwisata Batam yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya bisa dijadikan alat untuk menggerakkan ekonomi Batam.

BP Batam mempercayakan kepada saya untuk menggeliatkan sektor pariwisata sehingga Batam bisa dijadikan teras Indonesia dan menjadi ikon pariwisata baru Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Batam yang sempat merosot tajam beberapa tahun sebelumnya diharapkan bisa digerakkan kembali melalui jalur pariwisata mengingat sektor pariwisata cukup efektif utuk mendatangkan devisa. Bahkan, secara nasional sektor pariwisata menjadi pendulang devisa nomor dua setelah sawit.

Pada beberapa bulan belakangan ini, kami melaksanakan event-event berskala nasional dan internasional dengan tujuan membangkitkan perekonomian Batam, memasukkan devisa tidak hanya dari jalur investasi dan perdagangan, tetapi juga dari sektor pariwisata.

Event-event apa saja sebagai momentum untuk menggeliatkan Batam?

Beberapa bulan setelah kami dilantik, pada Desember 2017 BP Batam melaksanakan Batam International Cultural Carnival, Barelang Marathon yang digelar tahun ini diikuti sekitar 1.800 peserta. Pada Januari 2018 juga dilakukan pemilihan duta BP Batam dengan tujuan agar anak-anak muda berkreatif memajukan parisiwisata di Batam, dan akhirnya terpilih 10 anak muda yang kemudian dijadikan staf BP Batam.

Selain itu, kami juga mengadakan festival Batam Menari 2018 dengan tarian Rampai Batam yang diikuti sekitar 21.000 peserta dan berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Tarian tersebut digelar dengan koreografer Guruh Soekarnoputra dan designer custome Ivan Gunawan yang berhasil menarik wisatawan dari mancanegara. Dalam festival tersebut juga melibatkan sekitar 100-150 UMKM yang membukan stand di sepanjang jalan Bundaran BP Batam.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, ekonomi Batam menggeliat dan pada semester I-2018 naik menjadi sekitar 5% dari akhir 2017 sekitar 2,1%. Diharapkan satu tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Batam bisa mencapai 7%. Untuk itu perlu dukungan semua pihak, dari pemeringah pusat, pemerintah provinsi dan juga masyarakat Batam. Kami mengajak semua pihak bekerjasama menggeliatkan ekonomi Batam dengan konsep pariwisata yang dipromosikan melalui berbagai event di Batam.

Ada perubahan strategi dalam membangkitkan ekonomi Batam, dari sebelumnya hanya fokus pada investasi dan perdagangan, kini juga merambah sektor pariwisata?

Target yg dicanangkan oleh pusat dari Kementerian Pariwisata sekitar 2,8 juta wisatawan masuk melalui Batam, Bintan, dan Karimun. Ada program-program yang didorong dari Kemenpar yakni hotdeal, berupa discount-discount untuk penyeberangan maupun hotel.

Terobosan dari pariwisata inilah yang selalu dikedepankan, sesuai program dari Presiden RI Joko Widodo bahwa pariwisata suatu saat akan menjadi andalan devisa ekonomi Indonesia. Program pariwisata BP Batam diharapkan bisa menjadi pendamping penggerak menuju dua tahun 7% untuk pertumbuhan ekonomi pada 2019.

Bagaimana dengan masalah perizinan investasi dan perdagangan di Batam sekarang?

BP Batam mempunyai PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang berlokasi di Gedung Sumatera,. Seluruh perizinan investasi yang ada di Batam melalui satu pintu yang mana BP Batam telah mendapat penghargaan Investment Award 2018 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Salah satu yang mendasari PTSP Batam meraih penghargaan karena telah menerapkan ISO 9001 2015 pada tahun 2016 dan 2017 dan standarisasi operasional pelayanan (SOP).

Selain itu, izin investasi dan perdagangan di Batam juga dilakukan secara online (online single submission/OSS) yakni pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. OSS yang dicanangkan oleh Presiden RI tersebut telah dilakukan di Batam, bahkan PTSP Batam menjadi percontohan. Layanan tersebut untuk memberikan kemudahan investasi sehingga Batam semakin menarik bagi investor.

Untuk lalulintas barang ekspor dan impor juga dilakukan dengan sistem online satu pintu, sehingga pengusaha tidak perlu bertemu secara fisik, cukup dengan perizinan online bisa berinvestasi di Batam. Kemudahan-kemudahan itulah yang diberikan kepada investor untuk masuk Batam.

Jangan lupa, investasi yang masuk ke Batam butuh kepastian tentang perizinan dengan PTPSP , termasuk keamanan investasi. Kami bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk saling menjaga situasi dan kondisi agar kondusif sehingga investor aman masuk Batam. Sampai akhir 2018, investasi yang masuk ke Batam naik sekitar 15% dibanding tahun sebelumnya.

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi Batam, maka digerakkan sektor pariwisata, selain industri dan perdagangan. Jadi sektor industri dan perdagangan bukan menjadi satu-satunya untuk menggerakkan ekonomi Batam, tetapi didampingi sektor pariwisata agar pertumbuhan ekonomi Batam lebih cepat naiknnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE