Cagub Lampung Arinal Djunaidi

Petani Sejahtera, Lampung Berjaya

Petani Sejahtera, Lampung Berjaya
Calon Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Selasa, 1 Mei 2018 | 18:55 WIB

Perjalanan panjang menjadi birokrat hingga menduduki posisi tertinggi, yakni menjadi sekretaris daerah Provinsi Lampung, tak menghentikan semangat Arinal Djunaidi untuk terus mengabdi pada daerah kelahirannya. Setelah pensiun dari pegawai negeri, Arinal meneruskan kiprahnya di jalur politik sebagai ketua DPD Partai Golkar Lampung.

Dengan modal pengalaman di jajaran birokrasi dan koneksi politik, Arinal pun mantap mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018. Calon gubernur (cagub) Arinal yang menggandeng Chusnunia yang akrab disapa Nunik diusung Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Dengan slogan “Lampung Berjaya”, Arinal-Nunik bertekad mengangkat harkat Provinsi Lampung khususnya di Pulau Sumatera. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada September 2017, Lampung menduduki posisi empat terbawah dari 10 provinsi dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Sumatera. Penduduk miskin di Lampung mencapai 13,04 persen, lebih tinggi dari persentase penduduk miskin nasional yang hanya 10,12 persen. Bahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung pada 2017 menempati peringkat buncit dengan indeks 68,25, lebih rendah dari IPM nasional 70,81.

Berikut penuturan Arinal di sela-sela kampanye di Lampung Timur dan Lampung Tengah:

Apa alasan utama maju sebagai cagub?
Saya melihat Lampung sangat strategis. Dari sisi geografi, Lampung punya banyak potensi dan bisa bangkit perekonomiannya. Hal itu terbukti dari Lampung sebagai lumbung pangan, lumbung ternak, bahkan beberapa komoditasnya telah mendunia, seperti kopi, kakao, dan lada.

Yang lebih hebat lagi, Lampung memberi kontribusi terhadap daerah lain agar berkecukupan bahan pokok. Di satu sisi, kita memberi kenikmatan bagi provinsi lain, tetapi yang memberi nikmat, ternyata masih belum berkecukupan dalam kesejahteraan.

Apabila semua potensi yang ada kita maksimalkan, terutama membangun sektor pertanian, saya yakin Lampung akan sejahtera. Saya punya latar belakang di bidang pertanian, sehingga kelak bila dipercaya rakyat memimpin Lampung, saya dan Mbak Nunik akan langsung bekerja untuk menyejahterakan rakyat Lampung.

Arinal Djunaidi saat berkampanye di Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Bagaimana membawa Lampung menjadi sejahtera?
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Lampung 2005-2025, visi yang ditetapkan adalah “Lampung yang Maju dan Sejahtera 2025”. Sekarang tahun 2018, berarti tinggal satu periode lagi. Kita harus lebih serius memaksimalkan potensi yang ada untuk pemberdayaan masyarakat menuju kesejahteraan. Jangan hanya sejahtera di luar, tetapi di dalamnya lebih penting.

Saya ada keterpanggilan untuk menyejahterakan Lampung. Bagi saya, hanya sektor pertanian dalam arti luas yang paling bisa memberi kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Saya punya bekal pengetahuan di bidang pertanian yang membuat saya terpanggil mengikuti pilgub. Sekitar 70 persen rakyat Lampung adalah petani dan bila tata kelola tidak baik, ketimpangan di masyarakat kota dan desa akan semakin jauh. Ini akan menyulitkan kita pada 2035 saat terjadi bonus demografi. Kalau kita tidak siapkan dari sekarang ini dalam rangka menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif, maka pada 2035 justru menjadi persoalan, bukan bonus.

Mengapa memilih Chusnunia sebagai cawagub?
Dia lebih pintar dari saya. Dia sudah doktor dan dia membuat saya lebih sejuk, karena saya orangnya meledak-ledak. Saya memilih Mbak Nunik karena sekitar 51 persen penduduk Lampung adalah perempuan, sehingga dia orang yang tepat untuk mengurus kaum perempuan.

Ada banyak pemimpin yang menyingkirkan wakilnya. Saya bukan tipe pemimpin seperti itu. Dia yang kelola, tetapi keputusan tetap ada pada saya. Saya akan tandatangani berdasarkan keputusan bersama.

Ke depan, ada pembagian tugas dengan wagub?
Yang penting niat. Gubernur dan wagub mempunyai hak yang sama membangun Lampung. Tidak ada dualisme gubernur dan wakil gubernur. Kalau terjadi dualisme, itu kekeliruan besar, karena sebelumnya sudah saling meminang dengan potensi yang ada, tetapi tidak diberdayakan.

Saya memang sudah punya niat, dia (Chusnunia) bisa jadi gubernur, saya bisa jadi wakil gubernur, ketika melaksanakan kepentingan rakyat.

Arinal Djunaidi (kedua kiri) dan Chusnunia bersama para petani.

Apa program andalan untuk membawa Lampung menjadi sejahtera?
Kami akan memberi Kartu Petani Berjaya bila dipercaya memimpin Lampung lima tahun ke depan. Kartu ini diberikan kepada semua unsur petani. Ada petani tanaman pangan, petani perkebunan, peternak, dan petani perikanan darat. Nelayan tidak secara langsung masuk dalam Kartu Petani Berjaya, tetapi kita tetap akomodasi. Ini jawaban terhadap petani yang selalu mendapat permasalahan, terutama benih dan pupuk.

Untuk mengangkat kesejahterahan keluarga petani, antara lain kami akan fokus pada penyediaan prasarana dan sarana produksi, penyediaan benih dan bibit, pupuk dan obat-obatan pemberantasan hama tanaman, mengembangkan industri hilir pertanian, serta memperbaiki tata niaga hasil pertanian.

Kami juga akan memberi bantuan modal Rp 20 juta kepada setiap keluarga petani dan memberi beasiswa bagi anak-anak petani yang kuliah di fakultas pertanian.

Arinal Djunaidi (kedua kanan) dan Chusnunia saat peluncuran Kartu Petani Berjaya.

Program lainnya?
Selain Kartu Petani Berjaya, kami memiliki program peningkatan ekonomi lewat penciptaan lapangan pekerjaan baru; percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan pemeliharaannya; jaminan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat; penyediaan listrik bagi desa-desa yang belum terjangkau; peningkatan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat; peningkatan kualitas pendidikan menengah dan tinggi; perlindungan anak dan pemberdayaan ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejateraan keluarga; serta kemudahan layanan administrasi pemerintahan bagi seluruh masyarakat.

Anda sering meyatakan “ingin memang bersama rakyat”, artinya?
Saya ingin seperti idola saya, Bung Karno. Kalau tidak ada Soekarno, meski yang berjuang banyak, Indonesia tidak merdeka. Soekarno yang memprakarsai kemerdekaan dan menjadi proklamator. Saya ingin ikut menentukan Lampung sejahtera bersama Mbak Nunik.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE