Dua Ekonom Pencetus "Pertumbuhan Hijau" Dapat Nobel

Dua Ekonom Pencetus
William D. Nordhaus (kiri) dan Paul Romer, pemenang penghargaan Nobel bidang ekonomi, 8 Oktober 2018. ( Foto: Reuters via AFP )
Heru Andriyanto / HA Senin, 8 Oktober 2018 | 20:21 WIB

Dua ekonom asal Amerika Serikat William Nordhaus dan Paul Romer mendapat penghargaan Nobel bidang ekonomi, Senin (8/10), karena jasa mereka mengembangkan model "green growth" atau pertumbuhan hijau, di mana inovasi dan kebijakan-kebijakan tentang iklim bisa diintegrasikan dengan pertumbuhan ekonomi.

Mereka bekerja secara independen untuk menjawab "sebagian pertanyaan paling mendasar dan mendesak di zaman kita tentang bagaimana menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang lestari dan berkelanjutan", bunyi pernyataan Akademi Sains Kerajaan Swedia.

Nordhaus adalah profesor di Yale University. Romer adalah mantan kepala ekonom Bank Dunia yang sekarang bekerja di Stern School of Business, New York University.

Model pertumbuhan yang mereka kembangkan pada 1990an telah secara signifikan memperluas cakupan analisis ekonomi, kata Akademi Sains Kerajaan Swedia.

Pengumuman pemenang Nobel bidang ekonomi ini disampaikan setelah muncul laporan PBB yang menyebutkan bahwa dibutuhkan transformasi masyarakat dan perekonomian dunia yang luar biasa untuk menghindari kekacauan iklim global.

Disebutkan bahwa waktu makin berkurang untuk menghindari bencana, dan bahwa suhu permukaan bumi naik satu derajat Celsius.

Dalam wawancara langsung dengan Akademi Sains Kerajaan Swedia ketika pengumuman pemenang disampaikan, Romer mengatakan bahwa dia yakin dunia masih bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki standar hidup di masa depan.

"Kita jelas bisa membuat kemajuan penting untuk melindungi lingkungan, dan tanpa meninggalkan kesempatan meraih pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.

"Salah satu masalah dalam situasi sekarang ini adalah banyak orang mengira bahwa masalah perlindungan lingkungan ini akan sangat mahal dan sangat sulit sehingga mereka mengabaikan masalah itu, dan membantah kalau masalah itu memang ada," ujarnya.

"Saya berharap penghargaan ini akan membantu kita melihat bahwa umat manusia mampu meraih hal-hal besar kalau kita berusaha melakukan sesuatu."

Dewan juri mengatakan bahwa meskipun Nordhaus dan Romer "tidak memberikan jawaban yang konklusif ... temuan-temuan mereka membawa kita makin dekat dengan jawaban atas pertanyaan bagaimana kita bisa meraih pertumbuhan ekonomi global yang lestari dan berkelanjutan."

Nordhaus, 77, secara khusus diberi penghargaan karena "mengintegrasikan perubahan iklim ke dalam analisis makro ekonomi jangka panjang."

"Model penilaian terintegrasi" Nordhaus diciptakan pada dekade 1990an dan menggabungkan teori serta hasil empirik dari fisika, kimia, dan ekonomi. Model pertumbuhan ini bayak dipakai untuk menstimulasi perpaduan ekonomi dan iklim.

Model ini digunakan untuk menguji dampak dari intervensi kebijakan iklim, misalnya pajak karbon.

Riset yang dilakukan Nordhaus menunjukkan bahwa cara paling efisien mengatasi masalah yang disebabkan emisi gas rumah kaca adalah dengan pajak karbon yang ditetapkan secara global dan berlaku seragam pada semua negara.

Romer, 62, mendapat penghargaan karena mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam analisis makroekonomi jangka panjang.

Romer meletakkan fondasi untuk "teori pertumbuhan endogen", yang menjelaskan bagaimana ide-ide bisa berbeda untuk barang-barang lain dan butuh kondisi tertentu untuk berkembang.

Risetnya menunjukkan bagaimana kekuatan ekonomi bisa mengendalikan keinginan perusahaan untuk memproduksi ide-ide baru dan inovasi.

Romer mundur dari Bank Dunia pada Januari 2018, setelah mempertanyakan cara lembaga itu membuat peringkat negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Nordhaus dan Romer memang telah banyak disebut sebagai kandidat kuat penerima Nobel.

Mereka berdua akan berbagi hadiah 9 juta kronor Swedia (sekitar US$ 1,01 juta).



Sumber: AFP
CLOSE