Pemudik Diimbau Batasi Kecepatan di Bawah 100 Km Per Jam di Tol

Pemudik Diimbau Batasi Kecepatan di Bawah 100 Km Per Jam di Tol
Petugas kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas jalur satu arah (one way) di gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 20 Juni 2018. Korlantas Polri kembali melakukan rekayasa jalur satu arah (one way) dari Palimanan hingga Cawang untuk mengurai kepadatan arus balik pada H+5 Lebaran. ( Foto: Antara / Dedhez Anggara )
/ WBP Minggu, 19 Mei 2019 | 10:52 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau pengemudi, yang menggunakan kendaraan pribadi, membatasi kecepatan di bawah 100 kilometer per jam di sepanjang Tol Trans-Jawa.

“Untuk pemudik diimbau mengemudi tidak lebih dari kecepatan 100 kilometer per jam,” kata Budi di sela meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu (19/5/2019).

Imbauan tersebut karena akan ada lonjakan volume kendaraan di jalan tol, sehingga kecepatan perlu dibatasi untuk menciptakan keselamatan berkendara. “Begitu akan diberlakukan satu arah, keselamatan ini menjadi topik, tidak bisa mobil kecepatan sampai 100 kilometer,” kata Budi Karya Sumadi yang melanjutkan pemantauan hingga Gerbang Tol Brebes Barat, Jawa Tengah.

Selain itu, Budi Karya Sumadi juga mengimbau pemudik untuk tidak mengandalkan jalan tol karena banyak jalan alternatif lainnya termasuk jalur Pantura atau Selatan Jawa. “Tol Jakarta-Surabaya bukan segalanya, masyarakat bisa juga menggunakan jalur Selatan, seperti Garut banyak daerah wisatanya, bisa juga pakai jalur Pantura,” kata Budi Karya Sumadi.

Gerbang Tol Cikarang Utama di KM 29 merupakan titik awal skema satu arah hingga gerbang Tol Brebes Barat di Kilometer 262 yang berlaku mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2019 selama 24 jam. Dengan pemberlakuan itu, gerbang Tol Brebes Barat diprediksi akan mengalami kepadatan karena menjadi titik terakhir jalur satu arah.

Berdasarkan data Kemhub, moda transportasi bus diperkirakan mengangkut 4,68 juta penumpang pada masa Lebaran 2019, lalu kereta api sebanyak 6,45 juta penumpang, kapal laut 1,08 juta penumpang, dan pesawat 5,78 juta penumpang.

Sedangkan kendaraan mobil pribadi diprediksi sebanyak 3,76 juta dan sepeda motor 6,85 juta. Pada tahun lalu, pengguna mobiil sebanyak 3,19 juta dan pengguna motor 6,19 juta.



Sumber: ANTARA