Presiden Senang PDB Koperasi Capai 4,48%

Presiden Senang PDB Koperasi Capai 4,48%
Presiden Joko Widodo (kanan) memukul beduk membuka acara HUT ke-71 Koperasi di Tengerang, Banten, Kamis (12/7). ( Foto: suara pembaruan / Edi Hardum )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 12 Juli 2018 | 20:51 WIB

Tangerang-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa senangnya atas perkembangan koperasi Indonesia, khususnya peningkatan kontribusi pendapatan domestik bruto (PDB) koperasi yang cukup baik.

"Saat ini PDB koperasi 4,48% dari sebelumnya 3,99%. Ada peningkatan yang cukup baik," kata Presiden Jokowi dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Banten, Kamis (12/7).

Presiden berharap peningkatan PDB koperasi terus terjadi sehingga tercapai lompatan dalam sistem ekonomi gotong royong di Tanah Air. Presiden juga mengapresiasi sudah ada koperasi yang masuk bursa, yaitu Kospin Jasa.

Menurut Jokowi, koperasi Indonesia harus mengarah ke sana mengingat dunia saat ini memasuki era teknologi sehingga terjadi perkembangan yang sangat cepat dan dinamis.

Dicontohkan, perkembangan teknologi di dunia komunikasi yang sebelumnya menggunakan telepon kabel sekarang berubah sangat cepat dengan lahirnya berbagai inovasi ponsel. “Perkembangan itu terjadi sangat pesat dari tahun ke tahun,” kata dia.

Ia berharap, koperasi juga tidak ketinggalan masuk ke teknolgi digital. Dengan perkembangan teknologi sekarang sudah ada Google, Facebook, YouTube, Instagram, di dalam negeri ada Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Blibli yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan UKM.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyematkan anugerah kepada sejumlah tokoh yang menerima penghargaan serta meninjau Harkopnas Expo 2018 yang memamerkan produk-produk koperasi Indonesia.

Presiden didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga, dan Ketua Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) Nurdin Halid.

Sebelumnya, Puspayoga menyerahkan penghargaan bagi koperasi yang berprestasi, serta bakti koperasi dan UKM tahun 2018, pada Rabu (11/7) malam.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 110 penerima yang terdiri dari dua kategori, yakni koperasi berprestasi diberikan kepada 50 koperasi penerima dan penghargaan bakti koperasi dan UKM kepada 60 kepala daerah/dinas koperasi dan UKM atau tokoh penggerak koperasi.

Usai menerima penghargaan bakti koperasi, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, berterima kasih karena penataan koperasi di Bogor mendapat apresiasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Bima Arya mengatakan berbagai upaya yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja koperasi di Bogor.

“Komitmen kami dalam penganggaran untuk koperasi dan UMKM hingga mencapai Rp 94 miliar. Selain itu, organisasi kedinasan koperasi yang tadinya bergabung dengan perdagangan sekarang menjadi mandiri sebagai dinas koperasi dan UKM,” kata Bima.

Dia juga mengemukakan pihaknya telah mengubah 86 lembaga keuangan mikro yang belum berizin dan berbadan hukum menjadi koperasi. Inovasi juga banyak dilakukan oleh pemerintah Kota Madya Bogor, antara lain dengan digitalisasi koperasi dan coaching clinic bagi koperasi.

Wali Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani, mengakui peran serta kepala daerah sangat penting untuk mendorong, menyemangati dan melakukan pembinaan melalui dinas teknis.

Pembinaan ini, dikemukakannya, telah mengubah koperasi di Banjar Baru menjadi lebih sehat dan berprestasi. “Banyak koperasi yang tadinya tidak sehat menjadi sehat, tadinya tidak Rapat Anggota Tahunan (RAT) akhirnya RAT setelah mendapat pembinaan,” kata Nadjmi.

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang juga meraih penghargaan bakti koperasi merupakan kabupaten termuda di Indonesia yang berdiri tahun 2007. Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, mengatakan, meski masih sangat muda, Kubu Raya sudah memiliki dinas koperasi dan UKM yang mandiri untuk melakukan pembinaan koperasi dan UKM.

Dengan demikian ada penganggaran khusus dari APBD untuk pengembangan koperasi dan UKM. Hermanus menyebutkan pihaknya aktif melakukan evaluasi dan pembinaan yang hasilnya telah membubarkan 70 koperasi dan 419 koperasi aktif.



Sumber: Suara Pembaruan