Pelindo II Kantongi Izin Konsesi Terminal Kijing Selama 69 Tahun

Pelindo II Kantongi Izin Konsesi Terminal Kijing Selama 69 Tahun
Ilustrasi pelabuhan laut. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 12 Juli 2018 | 16:57 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan PT Pelindo II menandatangani perjanjian konsesi pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat pada 12 Juli 2018. Jangka waktu perjanjian konsesi ini akan berlangsung selama 69 tahun.

Penandatanganan perjanjian konsesi dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak, Bintang Novi, dengan disaksikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Menhub menjelaskan, ruang lingkup perjanjian konsesi ini meliputi pemberian hak kepada Pelindo II untuk melakukan pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan, termasuk pengembangan terminal beserta fasilitas pendukungnya sesuai dengan tahapan pembangunan di area konsesi. Selain itu, perjanjian konsesi mencakup penetapan segmen dan objek perjanjian konsesi, pelaksanaan penyusunan dan pungutan tarif jasa kepelabuhanan di Terminal Kijing, serta pembayaran pendapatan konsesi dan penyerahan aset dari Pelindo II kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak.

"Pemerintah telah memberikan penugasan Pelindo II untuk pembangunan dan melaksanakan pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Kijing berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 43/2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing," jelas Budi di Jakarta, Kamis (12/7).

Menurutnya, Terminal Kijing sangat diperlukan lantaran kapasitas Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), yang sekarang beroperasi sudah kesulitan menampung lalu lintas barang yang ada. Dengan adanya Terminal Kijing, sebut Budi, diharapkan lalu lintas barang di Kalbar semakin lancar sehingga dapat pula mendorong pertumbuhan ekonomi setempat maupun secara nasional.

"Dengan adanya Terminal Kijing ini tentu akan menambah daya saing Kalbar secara khusus dan Indonesia secara umum serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi Pelindo II. Harapan saya, konektivitas logistik di Kalbar yang selama ini relatif agak stagnasi akan tumbuh dan di sekitar Kijing akan tumbuh kegiatan-kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi kegiatan ekonomi indonesia," ujar Menhub.

Sementara itu, Elvyn menyampaikan, pencanangan pembangunan Terminal Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah sudah dilakukan pada April 2018. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, kata dia, maka akan dilakukan penerbitan izin pembangunan dari Kemenhub. Setelah ada izin ini, Pelindo II dapat memulai pembangunan fisik berupa pemasangan tiang pancang baik di darat maupun di laut.

"Paralel menunggu waktu ditandatanganinya perjanjian konsesi, kami juga telah melakukan pekerjaan pembersihan lahan dan melakukan soil investigation survey yang disiapkan untuk pemasangan tiang pancang tersebut," imbuh Elvyn.



Sumber: BeritaSatu.com