Penandatangan Kontrak Blok Terminasi 2020

Pemerintah Peroleh Komitmen Investasi Rp 1,9 Triliun

Pemerintah Peroleh Komitmen Investasi Rp 1,9 Triliun
Ilustrasi kegiatan migas ( Foto: Infopublik )
Retno Ayuningtyas / ERH Rabu, 11 Juli 2018 | 17:48 WIB

Jakarta  – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperoleh tambahan komitmen investasi hulu migas sebesar US$ 148,4 juta atau setara Rp 1,9 triliun. Tambahan ini berasal dari penandatanganan empat kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) blok terminasi 2019 dan 2020.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto menuturkan, dua kontrak yang diteken merupakan kontrak perpanjangan, yakni untuk Blok Bula serta Blok Malacca Strait. Sementara dua kontrak lainnya yakni kontrak pengelolaan bersama antara kontraktor eksisting bersama PT Pertamina (Persero), yaitu untuk Blok Salawati dan Kepala Burung. Keempat kontrak ini menggunakan skema bagi hasil kotor (gross split) dengan jangka waktu kontrak 20 tahun.

Dari penandatanganan kontrak ini, pemerintah mendapat tambahan penerimaan negara berupa bonus tanda tangan sebesar US$ 5,5 juta atau setara Rp 73,7 miliar. “Sedangkan perkiraan total nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah US$ 148,4 juta atau setara Rp 1,9 triliun,” kata dia dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/7).

Blok Bula, lanjut dia, ditetapkan akan dikelola oleh Kalrez Petroleum (Seram) Ltd dengan jatah bagi hasil (split) untuk kontraktor 33,5% dan pemerintah 66,5%. Komitmen kerja pasti lima tahun pertama di blok ini yakni US$ 5,25 juta. Berikutnya Blok Malacca Strait diserahkan kepada EMP Malacca Strait dan PT Imbang Tata Alam dengan komitmen investasi US$ 45,75 juta. Jatah bagi hasil untuk kontraktor di blok ini ditetapkan sebesar 59% untuk minyak dan 64% untuk gas.

Berikutnya, kontraktor untuk Blok Salawati ditetapkan Petrogas (Island) Ltd sebagai operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati. Sementara kontraktor Blok Kepala Burung yakni Petrogas (Basin) Ltd sebagai operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati Basin. Komitmen kerja pastinya masing-masing US$ 61,22 juta di Blok Kepala Burung dan US$ 36,25 juta di Blok Salawati. Sementara bonus tanda tangannya masing-masing US$ 1 juta.

Untuk blok migas terminasi 2020, pemerintah sebelumnya juga sudah menetapkan pengelolannya, yakni Blok South Jambi B oleh Petrochina International Jambi dan Blok Brantas oleh Lapindo Brantas, PT Prakasa Brantas, dan Minarak Labuan Co Llc. Namun, kontrak kedua blok migas ini belum dapat diteken.

“Yang belum (tanda tangan) adalah Blok Brantas, Lapindo Brantas sudah bayar signature bonus, tetapi performance bond-nya masih proses bank. Kemudian South Jambi B akan minta konfirmasi ke kantor pusar Petrochina di Beijing, karena itu BUMN Tiongkok jadi prosesnya agak panjang,” jelas Djoko.

Sebelumnya disebutkan bahwa Petrochina International Jambi yang menjanjikan komitmen kerja pasti lima tahun sebesar US$ 32,75 juta di Blok South Jambi B dan bonus tanda tangan US$ 5 juta. Selanjutnya, Lapindo Brantas berkomitmen mengucurkan investasi dalam lima tahun pertama sebesar US$ 115,55 juta dan bonus tanda tangan US$ 1 juta.



Sumber: Investor Daily
CLOSE