September, Tol Bocimi Siap Dioperasikan

September, Tol Bocimi Siap Dioperasikan
Kondisi Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dalam keadaan siap untuk digunakan sebagai tol fungsional pada arus mudik 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Vento Saudale )
/ WBP Rabu, 11 Juli 2018 | 11:15 WIB

Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan memastikan bahwa Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) siap digunakan pada September 2018. Kepastian tersebut diperoleh dari kontraktor saat Iriawan melakukan peninjauan ke sejumlah titik tol Bocimi pada Selasa (10/7).

Iriawan di Bandung, Rabu (11/7) mengatakan konstruksi main toll road atau jalur tol utama seksi I sepanjang 15,3 kilometer telah rampung dan tinggal penyelesaian marka jalan dan penunjang lain. "Dua bulan lagi siap digunakan ya, jalan utamanya sudah selesai hanya tinggal bagian sisinya," ujar Iriawan dalam siaran pers.

Dari hasil tinjauannya bersama Bupati Bogor Nurhayanti, dia mencatat sejumlah masalah yang harus segera diatasi. Salah satunya pembebasan lahan jalan interchange ke arah Caringin. "Yang menjadi catatan saya, pembebasan tanah untuk interchange ke arah Caringin, ini harus segera dituntaskan," katanya.

Bila Tol Bocimi rampung seluruhnya, akan memangkas waktu tempuh Sukabumi - Jakarta maupun sebaliknya, yang biasanya memakan waktu hingga enam jam.

Selain meninjau proyek tol Bocimi, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bogor, Penjabat Gubernur Jabar juga memantau proyek pembangunan Bendungan Sukamahi di Mega Mendung dan Bendungan Ciawi di Cipayung.

Setelah pembangunannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, kedua bendungan tersebut terus dikebut penyelesaiannya.

Iriawan mengungkapkan, pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi merupakan solusi mengatasi banjir di Jakarta. "Dua bendungan ini merupakan salah satu solusi atasi banjir di Jakarta yang kerap terjadi," ungkapnya.

Meski masih terdapat kendala pada pembebasan lahan, namun Iriawan optimistis dua bendungan tersebut akan selesai sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu bulan Desember 2019. "Kendala di pembebasan lahan ya, dan menjadi bahan diskusi bersama kami," kata dia.

Upaya pembebasan lahan akan terus kami komunikasikan bersama Bupati Bogor khususnya terkait data dan anggaran.

Bila dua bendungan ini telah rampung, selain berfungsi sebagai pengendali banjir, juga akan menjadi destinasi wisata baru. "Pastinya akan muncul tujuan wisata baru di Bogor yaitu dua bendungan ini," kata Iriawan.



Sumber: ANTARA
CLOSE