28 Tower Meikarta Diserahterimakan Akhir Februari 2019

28 Tower Meikarta Diserahterimakan Akhir Februari 2019
Pembangunan Meikarta. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Edo Rusyanto / Hari Gunarto / HA Selasa, 3 Juli 2018 | 10:00 WIB

Jakarta - Aktivitas pembangunan kota baru, Meikarta, meningkat tajam usai liburan Idul Fitri. Melibatkan 20.000 pekerja, pembangunan Meikarta mengalami percepatan di semua lini. Pada Desember tahun ini, 28 tower akan topping off. Serah-terima kepada konsumen dilakukan pada akhir Februari 2019.

"Pembangunan Meikarta kini sedang dikebut dan terjadi serentak di semua titik," kata Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya kepada Investor Daily, di Jakarta, Senin (2/7).

Ketut menjelaskan, pembangunan Meikarta sangat pesat dan akan terus dipacu dengan kekuatan penuh. Akselerasi pembangunan ini dimaksudkan untuk memenuhi target. Pembangunan dipercepat karena sempat berhenti pada periode libur Lebaran pertengahan Juni. Proyek Meikarta merupakan sesuatu inisiatif yang besar dan baru buat Lippo.

“Kita akan terus belajar dan ini kesempatan luar biasa bagi semua pihak untuk belajar, bagaimana proyek seperti ini bisa terjadi di Indonesia,” kata Ketut.

Dia menjelaskan, sejauh ini, pembangunan proyek Meikarta berjalan sesuai rencana. Berbeda dengan pembangunan apartemen secara konvensional, pembangunan menara apartemen di Meikarta dilakukan secara serentak untuk 14 blok yang terdiri atas 28 tower.

“Jadi, kita tidak membangun satu per satu tower. Kita membangun 14 blok yang terdiri 28 tower itu secara serentak, paralel,” kata Ketut.

Ketut menjelaskan, pada tahap awal, pekerjaan proyek banyak dilakukan di bawah, termasuk untuk membangun infrastruktur.

“Jadi, seolah-olah hasilnya belum terlihat. Tapi sekarang sejumlah tower sudah terlihat berdiri, dengan beberapa lantai,” ujarnya.

Bahkan infrastruktur yang sudah selesai dibangun di Meikarta sejauh ini bukan semata untuk memfasilitasi 28 tower tersebut, tapi sudah dapat meng-cover 100 tower. Pembangunan infrastruktur benar-benar dilakukan secara masif, sejalan dengan pemerintah yang juga membangun infrastruktur secara masif.

Direktur Marketing Meikarta Andrela Amsil menambahkan, proyek Meikarta dapat dibilang sebagai salah satu pembangunan tercepat di dunia.

“Tidak pernah ada pembangunan kota baru modern secepat Meikarta. Ke depan, pembangunan akan lebih cepat lagi. Tadinya 10 hari per lantai, sekarang delapan hari per lantai. Bahkan, mulai 1 September 2018 menjadi lima hari per lantai,” ujar Andrela, seraya menambahkan bahwa kemungkinan pembangunan proyek Meikarta bisa lebih cepat dari yang sudah ditargetkan.

Mulai Agustus nanti akan dibangun lagi delapan blok, kemudian September delapan blok, hingga akhirnya nantinya mencapai 62 blok atau setara 124 tower. Kelak total sebanyak 184 gedung akan dibangun di Meikarta. Konstruksi 54 gedung sudah dikerjakan dan 40 di antaranya sudah mencapai level 2-5.

Menurut Andrela, penutupan atap (topping off) 28 menara (tower) Meikarta ditargetkan berlangsung pada Desember 2018 dan serah terima dilakukan mulai akhir Februari 2019. Andrela optimistis serah terima unit kepada konsumen tetap berjalan seperti yang sudah direncanakan.

Mengenai progres pembangunan, Andrela menyatakan, sekarang sudah mencapai lebih dari lima lantai untuk tower-tower di sekitar Central Park. Lalu, Commercial Area di lokasi sekitar Central Park juga sudah hampir selesai.

“Kami saat ini bekerja sama dengan kontraktor terbaik yang sudah berpengalaman dalam membangun kota yang modern dengan kualitas yang terbaik,” tegasnya. Saat ini ada sekitar enam kontraktor utama Meikarta.

Andrela menjelaskan, untuk menggarap proyek Meikarta, ribuan pekerja dilibatkan untuk pembangunan. Jumlah pekerja akan terus meningkat menjadi 20.000 orang, dari saat ini sekitar 1.600 pekerja. Ada 120 pekerja yang bekerja di setiap gedung. Setidaknya 200 cranes aktif bekerja.

Selain pembangunan fisik tower dan infrastruktur, Meikarta juga mempercepat berbagai pembangunan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Semua itu dikerjakan secara serentak. Saat ini sudah dibangun Central Park untuk rekreasi dan aktivitas sosial umum. Kelak menyusul kebun raya (botanical garden) dan kebun binatang (zoo).

Ketut menggarisbawahi bahwa untuk pembangunan sebuah kota baru, yang tidak kalah penting adalah membangun komunitas, bukan sekadar pembangunan fisik. Dia mencontohkan ketika Lippo membangunan Lippo Karawaci di Tangerang, sejumlah fasilitas umum sudah dibangun terlebih dahulu, seperti mal, hotel, rumah sakit, dan sekolah. “Setelah fasilitas itu lengkap, tumbuh lah komunitas. Nah, Meikarta nanti konsepnya juga seperti itu. Membangun komunitas ini sangat penting dan juga bisa lebih berat,” tegasnya.

Ketut menekankan, ihwal perizinan untuk pembangunan tahap pertama ini sudah beres semua dan tidak ada masalah. Perusahaan juga tidak memiliki utang hingga kini.

Tentang perkembangan penjualan, Ketut Budi Wijaya menyatakan terus berjalan dan hasilnya bagus. Target tahun ini, marketing sales mencapai Rp 10 triliun. “Hingga kuartal I-2018, marketing sales telah mencapai hampir Rp 2 triliun,” ujarnya.

Proyek Kota Baru Meikarta dibangun di atas lahan seluas 500 hektare (ha) dengan investasi senilai Rp 278 tiliun. Kelak, akan ada lebih dari 100 gedung jangkung di Meikarta.

Lokasi kota baru ini berada di jantung ekonomi Indonesia, yakni di koridor Jakarta-Bandung, persisnya di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. Visi dari Meikarta adalah menjadi kota paling besar dan paling indah di Indonesia untuk kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik, bahkan lebih baik daripada Jakarta. Lippo Cikarang sendiri saat ini meliputi kawasan dengan total lahan sebesar 3.200 hektare.

Dalam tahap pertama, di Meikarta akan dibangun 250.000 unit apartemen dengan total luas bangunan 22.000.000 meter persegi (m2) yang akan langsung menampung lebih dari satu juta komunitas perkotaan. Pekerjaan fisik sudah dimulai sejak Januari 2016. Lippo Group menargetkan pembangunan kota Baru Meikarta di kawasan Cikarang, Jawa Barat rampung dalam kurun waktu tiga-lima tahun.

Kota baru modern Meikarta dikelilingi dan ditopang oleh mega-infrastruktur strategis, yakni kereta cepat Jakarta-Bandung yang diperkirakan rampung tahun 2021, Pelabuhan Patimban yang mulai beroperasi Maret 2019, Bandara Kertajati yang sudah beroperasi, Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek ll Elevated yang sedang proses pembangunan.



Sumber: Investor Daily