Presiden Mesir Beri Amnesti untuk 560 Tahanan

Presiden Mesir Beri Amnesti untuk 560 Tahanan
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi saat menyampaikan pidato di resor Sharm el-Sheikh, Laut Merah, pada 20 Februari 2016. ( Foto: AFP Photo / Mohamed El-Shahed )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 18 Mei 2019 | 18:47 WIB

Kairo, Beritasatu.com- Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memberikan pengampunan kepada 560 tahanan. Amnesti diberikan kepada sebagian besar dari tahanan yang dituduh mendukung Ikhwanul Muslimin yang terlarang.

Pada Jumat (17/5), dua sumber pengadilan mengatakan dari seluruh tahanan yang diampuni, 482 orang dipenjara atas tuduhan yang terkait dengan Ikhwanul, gerakan politik Islamis berusia puluhan tahun dengan banyak pengikut.

Amnesti juga diberikan kepada seorang jurnalis terkemuka, Abdel Halim Qandil, yang dijatuhi hukuman penjara tiga tahun pada tahun 2017. Dia divonis bersalah atas tuduhan menghina lembaga peradilan.

Para tahanan yang diampuni juga termasuk dua wanita yang mengorganisasi demonstrasi di luar stasiun metro tahun lalu setelah kenaikan tarif.

Para tahanan diperkirakan akan dibebaskan pada hari Jumat. Pengampunan itu diumumkan dalam berita resmi Kamis (16/5) malam.

Ikhwanul memenangkan pemilihan bebas pertama setelah pemberontakan 2011 yang mengakhiri pemerintahan 30 tahun Hosni Mubarak yang otokrat, tetapi digulingkan oleh tentara setelah setahun berkuasa.

Sejak itu, kelompok itu telah dilarang dan ratusan pengikutnya telah dipenjara. Persaudaraan mengatakan itu adalah gerakan tanpa kekerasan dan menyangkal hubungan dengan pemberontakan kekerasan yang dilakukan oleh al Qaeda dan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Aktivis HAM mengatakan Sisi telah mengawasi tindakan keras tanpa henti terhadap perbedaan pendapat di Mesir sejak 2014. Menurut perkiraan Human Rights Watch, setidaknya 60.000 orang telah dipenjara karena alasan politik.



Sumber: Suara Pembaruan