Serikat Buruh India Tuntut Nasib Karyawan Jet Airways

Serikat Buruh India Tuntut Nasib Karyawan Jet Airways
Karyawan Jet Airways memegang plakat saat berunjuk rasa dalam pertemuan damai di Bangalore, India, pada Senin (22/4/2019). ( Foto: AFP / MANJUNATH KIRAN )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 23 April 2019 | 20:54 WIB

New Delhi, Beritasatu.com- Semua Kongres Serikat Buruh India (AITUC) sepakat meminta pemerintah untuk menyerap sekitar 16.000 karyawan Jet Airways yang kehilangan pekerjaan setelah penghentian sementara operasional maskapai.

“AITUC menuntut agar karyawan yang bersangkutan diserap sesuai dengan lowongan yang ada di pemerintahan,” bunyi pernyataan Serikat Pekerja yang dirilis Senin (22/4).

Saat menyatakan solidaritas dengan karyawan maskapai, seperti dikutip businesstoday, AITUC menyatakan bahwa mereka membayar mahal untuk kebijakan pemerintah.

“Adalah fakta yang diketahui bahwa banyak maskapai penerbangan berjuang untuk tetap bertahan karena tingginya harga bahan bakar, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” katanya.

Maskapai penerbangan India yang bermasalah, Jet Airways, untuk sementara menangguhkan semua penerbangan domestik dan internasionalnya setelah gagal mendapatkan dana baru.

Di Pengadilan Tinggi Delhi, Senin (22/4), permohonan gugatan diajukan kepada Kementerian Penerbangan Sipil dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memastikan pengembalian uang atau menyediakan moda perjalanan alternatif bagi para penumpang yang telah memesan tiket dengan Jet Airways.

Permohonan itu menyatakan penangguhan mendadak layanan transportasi udara Jet Airways telah mengakibatkan krisis besar bagi para penumpang yang tidak diberitahu tentang hal itu sebelumnya.

Gugatan yang diajukan oleh aktivis Bejon Kumar Misra mencari arahan ke Kementerian Penerbangan Sipil dan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) untuk mengadopsi mekanisme ganti rugi yang cepat untuk semua penumpang yang terkena dampak.

Jet Airways menyatakan penerbangan terakhirnya beroperasi pada Rabu (17/4) karena tidak mampu membayar bahan bakar dan layanan penting lainnya. Jet Airways menyatakan tidak punya pilihan selain menunda penerbangan, tetapi tetap berharap untuk mulai terbang lagi.



Sumber: Suara Pembaruan