Layanan Suara dan SMS Menyusut, Bisnis Telkomsel Ditopang Layanan Digital

Layanan Suara dan SMS Menyusut, Bisnis Telkomsel Ditopang Layanan Digital
Dirut Telkomsel Ririek Ardiansyah memberi sambutan, di acara media gathering Telkomsel, di Denpasar, Selasa, 30 April 2019 ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / WBP Rabu, 1 Mei 2019 | 08:57 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Seiring peningkatan penetrasi ponsel pintar atau smartphone, layanan digital juga terus memberi kontribusi signifikan dalam total pendapatan Telkomsel. Sebaliknya, kontribusi layanan legacy sudah semakin berkurang.

Seperti diketahui, saat ini ada dua layanan yang dihadirkan Telkomsel, yakni layanan legacy yang berasal dari SMS dan panggilan suara, serta layanan digital yang terdiri dari layanan data broadband, digital lifestyle (konten musik, video, gim, dan lain-lain), digital advertising, digital payment, dan internet of things (IoT).

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Ardiansyah menyampaikan, pada tahun 2018 lalu, kontribusi layanan legacy terhadap total revenue Telkomsel mencapai 47 persen, sementara yang non-legacy atau layanan digital mencapai 53 persen.

"Untuk laporan keuangan di kuartal pertama tahun ini, sebentar lagi akan diumumkan. Bocorannya, kontribusi dari layanan legacy tinggal 39 persen, sementara yang non-legacy terus membesar hingga 61 persen," kata Ririek Ardiansyah, di acara media gathering Telkomsel, di Denpasar, Selasa (30/4/2019) malam.

Meskipun layanan voice dan SMS sudah merosot tajam digantikan oleh layanan baru dari penyelenggara over the top (OTT), Ririek mengatakan sejauh ini Telkomsel belum berencana untuk mematikan jaringan 2G. Pasalnya saat ini masih banyak masyarakat pengguna feature phone yang hanya bisa melakukan SMS dan panggilan suara saja.

"2G tidak akan kita matikan, sebab kita melihat masih banyak masyarakat kita yang masih menggunakan perangkat yang bukan smartphone (feature phone). Tetapi memang akan kita fasilitasi untuk pindah ke 4G. Mulai dari aksesnya yang kita perbesar, kemudian proses penggantian SIM card juga akan kita mudahkan," kata Ririek Ardiansyah.

Sampai kuartal pertama 2019, Telkomsel telah memiliki sekitar 197.000 base transceiver station (BTS). Dari jumlah tersebut, 50.000 merupakan BTS 2G, 82.000 BTS 3G, dan 65.000 BTS 4G. Sejauh ini layanan Telkomsel sudah menjangkau 97 persen kabupaten, dan melayani 93 persen populasi di Indonesia.

Dalam laporan keuangan Telkom, di tahun 2018 Telkomsel yang merupakan entitas anak usaha Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp 89,3 triliun, EBITDA Rp 47,4 triliun dan laba bersih Rp 25,5 triliun. Lalu lintas data Telkomsel tahun 2018 meningkat 101,7 persen year-on-year (tahun ke tahun) menjadi 4.373.077 terabyte (TB), terutama didorong oleh jumlah pelanggan data sebanyak 106,6 juta pelanggan atau 65,4 persen dari total pelanggan Telkomsel yang mencapai 163 juta pelanggan.



Sumber: BeritaSatu.com