Telin Bertekad Jadi Pemain Utama di Era Cloud Economy

Telin Bertekad Jadi Pemain Utama di Era Cloud Economy
Chief Commercial Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba, kala memberikan paparan di ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2019, di Nusa Dua Bali, Kamis (21/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Telkom )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 22 Maret 2019 | 09:58 WIB

Nusa Dua, Beritasatu.com - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) ingin menjadi pemain utama di era cloud economy yang terus tumbuh. Telin merupakan anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang diandalkan sebagai sayap bisnis di pasar internasional.

"Operator memiliki peluang yang besar menjadi pemain penting di era cloud economy. Saat ini, cloud telah menjadi pemicu utama konsumsi layanan data. Operator tengah melakukan transformasi dari sekadar pembawa trafik menjadi digital enabler di era cloud economy," papar Chief Commercial Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba, kala memberikan paparan di ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2019, di Nusa Dua, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: Telin Ajak Pemain Global Garap Pasar Digital Indonesia

Menurut Budi Satria, dalam era cloud economy banyak perusahaan dan pemain digital mengharapkan layanan dari operator yang memiliki jaringan global, aman, dan luwes dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Untuk memenuhi harapan dari pelanggan tersebut, kata Budi Satria, operator harus melakukan transformasi di lima hal yang strategis yakni fokus di edge computing, mengembangkan software defined networking (SDN), mengembangkan layanan tak hanya fokus pada storage dan konektivitas, serta meningkatkan keamanan jaringan.

"Telin memiliki lima senjata untuk bisa merasakan euforia dari era cloud economy dengan meningkatkan layanan dari konektivitas, data center, managed networks, platform, dan solusi," tandas Budi Satria.

Budi Satria menambahkan, untuk jaringan agar menyediakan konektivitas global, Telin didukung Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dengan panjang 204.010 kilometer (km), satelit, 11 kantor global di 33 negara, dan 72 point of presence di seluruh dunia.

Baca Juga: Telkom Ekspansi Bisnis Data Center ke Hong Kong

Selain itu, lanjut Budi Satria, juga ada fasilitas data center dengan merek dagang Neutral Cloud and Internet Exchange (neuCentrIX). Rinciannya, lima merupakan global data center, tiga di Singapura, satu di Hong Kong dan Timor Leste. Sementara, di domestik berada di 13 lokasi dengan kapasitas 989 rak.

"Saat ini tak hanya Telin (TelkomGroup) yang lakukan transformasi. Semua operator lakukan hal yang sama, dan semua pemain juga harus saling kolaborasi di era cloud economy jika ingin kompetitif. Soalnya, kita punya tantangan di interperobiltas platform dan memberikan waktu komersial yang cepat ke pelanggan. Semua ini bisa diatasi dengan kolaborasi dari semua pemain agar keinginan dari pelaku usaha digital akan proses dan eksekusi yang luwes dan cepat untuk mendukung layanannya terwujud," pungkas Budi Satria.



Sumber: BeritaSatu.com