Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Menerbangkan Drone

Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Menerbangkan Drone
Drone Mavic 2 Zoom. ( Foto: BeritaSatu Photo / Herman )
Herman / YUD Jumat, 12 Oktober 2018 | 19:40 WIB

Jakarta - Drone saat ini sudah banyak digunakan oleh penyuka fotografi untuk menangkap gambar dari sudut pandang yang berbeda. Bahkan drone juga menjadi perangkat yang relevan untuk mendukung bisnis, seperti agrikultur, konstruksi, hingga energi.

Dibandingkan perangkat fotografi lainnya, drone memiliki risiko rusak paling besar. Lantaran dioperasikan di udara, kemungkinan untuk jatuh atau terbang di luar kontrol menjadi lebih besar.

Menurut User Experience Erajaya, Benedictus Wijiadi, meskipun sudah sering menerbangkan drone, masih banyak pengguna yang mengabaikan hal-hal dasar, sehingga drone-nya terbang tanpa kontrol atau hilang sinyal, sehingga tidak kembali ke lokasi awal. Yang paling buruk, drone-nya terjatuh dan hancur.

Sebelum menerbangkan drone, Benedictus menyampaikan ada hal-hal dasar yang harus diperhatikan. Yang paling penting adalah kondisi baterai dan juga propeller atau baling-baling.

"Meskipun sudah sering menerbangkan drone, masih banyak kejadian drone-nya hilang sinyal dan tidak kembali ke lokasi awal. Jadi, sebelum terbang, pastikan baterai terisi penuh dan propeller terpasang dengan baik. Jangan sampai goyang yang bisa menyebabkan propeller mudah terlepas, saat drone diterbangkan," kata Benedictus, di Jakarta, Jumat (12/10).

Tidak hanya posisi propeller, kondisinya pun harus diperhatikan. Tidak boleh ada baret atau sobek yang biasanya timbul setelah propeller terjatuh. Dalam kondisi tersebut, propeller harus diganti dengan yang baru. "Gimbal Clamp juga harus dipastikan sudah terlepas agar kamera bisa leluasa bergerak," tambahnya.

Baterai di remote pun harus terisi penuh. Pastikan sudah terkoneksi dengan baik pada perangkat smartpone untuk melihat tampilan gambar yang lebih jelas.

"Saat dihubungkan ke smartphone, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Bila statusnya 'merah', berarti ada sesuatu yang salah, misal kompasnya yang error. Jadi kita perlu melakukan kalibrasi dengan cara memutar-mutar drone hingga 360 derajat," jelasnya.

Proses kalibrasi ini bisa dilakukan berulang, sampai layar di smartphone menyatakan kalau drone sudah siap terbang. Tak perlu tubuh kita ikut berputar, cukup drone-nya saja yang diputar-putar.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE