80% Perusahaan Indonesia Implementasi Solusi SAP

80% Perusahaan Indonesia Implementasi Solusi SAP
Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro. ( Foto: Istimewa )
Emanuel Kure / FER Kamis, 11 Oktober 2018 | 21:31 WIB

Jakarta - SAP, penyedia solusi perangkat lunak aplikasi enterprise mengklaim sebanyak 80 persen perusahaan di Indonesia telah mengimplementasikan berbagai solusi perangkat lunak miliknya untuk mempermudah bisnis proses perusahaan. Sebagai tahap awal, pada umumnya perusahaan di Indonesia mengadopsi solusi Enterprise Resources Planning (ERP) untuk melakukan transformasi digital di setiap lini perusahaan.

Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, SAP memiliki sekitar 5000 solusi perangkat lunak yang disiapkan untuk membantu perusahaan melakukan transformasi digital. Di Indonesia sendiri, pada umumnya perusahaan mengadopsi solusi ERP sebagai tahap awal untuk melakukan transfromasi ke sektor yang lebih canggih.

"Sebanyak 80 persen perusahaan di Indonesia sudah mengadopsi solusi SAP. Macam-macam solusi yang diadopsi. Tetapi pada umumnya mereka mengadopsi solusi ERP, sebagai tahap awal, untuk melangkah ke solusi yang lebih canggih lagi,” kata Andreas di Jakarta, Kamis (11/10).

Menurut Andreas, terdapat 5 sektor utama perusahaan di Indonesia yang mengadopsi solusi SAP, yaitu sektor profesional services sebesar 13 persen, customer services 11 persen, Wholesale services 10 persen, sektor furniture 7 persen, serta sektor retail 6 persen.

"Transformasi digital telah menjadi keharusan untuk semua lini bisnis. Oleh karena itu, mau tidak mau perusahaan harus bisa menyesuaikan dengan mengadopsi teknologi yang lebih mumpuni, sehingga bisa bersaing baik di tingkat lokal maupun global. Sebagai penyedia solsui aplikasi perangkat lunak, kami siap untuk memberikan solusi kepada perusahaan-perusahaan untuk mendorong mereka berkembang lebih baik," ujar Andreas.

Di sisi lain, Andreas juga melihat, di Indonesia, perusahaan-perusahaan keluarga juga sudah mulai mengadopsi teknologi supaya bisa bersaing dengan perusahaan global maupun multinasional. Rata-rata perusahaan keluarga yang di-manage oleh generasi kedua dan ketiga sudah mulai melek teknologi dan mempunyai planning untuk mengimplementasi teknologi.

"Untuk perusahaan keluarga, pada umumnya yang generasi pertama, mereka lebih mengutamakan volume produksi. Tidak terlalu memperhatikan dari sisi teknologinya. Tetapi yang generasi kedua dan ketiga, dari mulai periode 5 tahun ke atas, hingga saat ini sudah mulai menerapkan teknologi. Solusi-solusi yang diinstal sudah bisa diintegrasikan dengan Artificial Intelligent (AI). Mereka pada umumnya memiliki smart dynamic data," jelasnya.

Selain fokus di segmen enterprise, SAP juga gencar menyediakan solusi untuk segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, perusahaan segmen kelas menengah juga memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Bahkan, menurut dia, sebanyak 75 persen perusahaan UMKM di Indonesia juga sudah mengadopsi solusi SAP.

"Untuk tujuan ini, SAP juga menawarkan portofolio solusi yang mendukung UKM dengan berlandaskan aspirasi transformasi digital. Untuk UMKM, kita juga menyediakan solusi aplikasi yang bersifat on premise tetapi juga cloud. Berbagai pilihan kita sediakan sesuai dengan skala kebutuhan mere," tegas Andreas.



Sumber: Investor Daily
CLOSE