Telkomsel Kembangkan Teknologi 4,9G untuk Layanan Data

Telkomsel Kembangkan Teknologi 4,9G untuk  Layanan Data
Konferensi pers persiapan layanan Telkomsel dalam periode Ramadan dan Idul Fitri, di acara media gatering Telkomsel, di Denpasar, Selasa, 30 April 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 3 Mei 2019 | 11:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Telkomsel mengembangkan teknologi 4,9G untuk kenyamanan layanan data. Sepanjang tahun 2017 dan 2018 lalu, Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang konsisten hanya membangun jaringan 4G.

Saat ini menurut Bob Apriawan, Direktur Network Telkomsel, layanan 4G LTE Telkomsel telah melayani 93% populasi di Indonesia dan sepanjang 2019 ini akan membangun lagi sedikitnya 22 ribu BTS 4G LTE sehingga pada akhir tahun 2019 bisa melayani 95 persen populasi.

Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2019 ini layanan 4G Telkomsel juga akan menemani para pelanggan yang melakukan mudik di sepanjang jalur mudik baik di jalur tol, kereta dan laut. Untuk memberikan layanan terbaik, Telkomsel secara khusus telah membangun 10.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan Bob, untuk memberikan layanan terbaiknya, Telkomsel mengeksplorasi kapabilitas teknologi 4G yang dimilikinya.

Sebagaimana diketahui, LTE ini mempunyai tiga generasi yakni LTE itu sendiri yang banyak dikenal dengan sebutan 4G, kemudian ada LTE Advanced yang disebut 4,5G dan selanjutnya adalah LTE Advanced Pro atau dikenal juga dengan 4,9G.

"Kami coba memaksimalkan kapabilitas yang ada di LTE Advanced dan LTE Advanced Pro guna memastikan layanan yang terbaik bagi pelanggan," ungkap Bob.

Teknologi MIMO

LTE Advanced Pro 4,9G yang diterapkan Telkomsel ini dikatakan Bob menggunakan teknologi massive MIMO yang mampu memberikan kapasitas lebih besar user yang lebih banyak dan customer experience yang lebih konsisten.

"Teknologi ini juga digunakan pada gelaran Asian Games 2018 lalu dan IMF - World Bank Annual Summit di Bali. Selain itu beberapa kota besar seperti Jabotabek, Batam, Banjarmasin dan Surabaya sudah diterapkan teknologi ini," imbuh Bob.

Teknologi lainnya adalah Licensed Assisted Access (LAA), yang merupakan carrier agregasi (penggabungan kanal) antara LTE di kanal 1,8Ghz dengan wifi dikanal 5Ghz yang mampu menghasilkan kecepatan downlink hingga 800Mbps. Dengan teknologi ini, tidak akan ada lagi area blankspot.

Penerapan teknologi ini juga ditunjang dengan jumlah spektrum yang dimilikinya dimana Telkomsel memiliki spektrum yang besar, yakni 52,5Mhz FDD dan 30Mhz TDD. Anak usaha Telkom ini menjadi operator yang memiliki kombinasi low band dan mid band yang paling ideal.

Di low band Telkomsel memiliki 15Mhz di kanal 900Mhz, saat spektrum low band ini dipergunakan untuk memperluas jangkauan LTE dengan cara yang paling efisien. Dengan kapasitas spektrum yang sudah contigous pascarefarming ini bisa mendapatkan throughput dua kali lipat lebih besar sehingga mampu memberikan customer experience yang lebih konsisten.

Sementara di mid band, Telkomsel memiliki spektrum di kanal 1,8Ghz dan 2,3Ghz yang digunakan untuk memberikan kapasitas yang lebih besar dengan menggunakan teknologi LTE Advanced dan LTE Advanced Pro.



Sumber: Suara Pembaruan