63% Pendapatan Telkom dari Bisnis Digital

63% Pendapatan Telkom dari Bisnis Digital
Ilustrasi Telkom. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Rabu, 1 Mei 2019 | 14:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah kondisi bisnis yang penuh tantangan dan persaingan ketat selama 2018, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 130,8 triliun, tumbuh positif 2,0% dibanding tahun 2017. Bisnis digital yang meliputi konektivitas broadband dan layanan digital menjadi mesin pertumbuhan perseroan yang meningkat secara signifikan sebesar 23,1%, sehingga kontribusi bisnis digital selama 2018 kian dominan menjadi 63,0% dari 52,1% pada 2017.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) perseroan tahun 2018 tercatat Rp 59,2 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 18,0 triliun. Beban operasi meningkat sebesar 12,5% menjadi Rp 71,6 triliun, sejalan dengan investasi pembangunan infrastruktur broadband, baik mobile maupun fixed line.

Di segmen mobile, entitas anak usaha Telkom, Telkomsel di tahun 2018 membukukan pendapatan Rp 89,3 triliun, EBITDA Rp 47,4 triliun, dan laba bersih Rp 25,5 triliun. Di tengah bisnis seluler yang semakin menantang, Telkomsel mengimplementasikan berbagai inisiatif dengan menawarkan paket voice, paket SMS, dan paket mobile data dengan berbagai varian konten digital, untuk menahan laju penurunan bisnis legacy sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis digital.

Program registrasi kartu SIM prabayar yang membatasi jumlah kartu SIM prabayar untuk setiap pelanggan menjadikan Telkomsel pada akhir 2018 memiliki 163 juta pelanggan. Sepanjang 2018, Telkomsel membangun 28.376 base tranceiver station (BTS) baru yang seluruhnya berbasis teknologi 4G LTE sehingga di akhir tahun 2018 jangkauan 4G LTE lebih dari 90% populasi.

Lalu lintas layanan mobile data selama 2018 meningkat 101,7% year on year (YoY) menjadi 4.373.077 terabit, yang terutama didorong jumlah pelanggan data sebanyak 106,6 juta pelanggan atau 65,4% dari total pelanggan Telkomsel. Basis pelanggan data, jumlah dan jangkauan BTS 3G/4G serta peningkatan lalu lintas data akan menjadi fondasi untuk pertumbuhan positif kinerja Telkomsel pada 2019.

Pada segmen consumer, jumlah pelanggan IndiHome tumbuh 72,2% menjadi 5,1 juta pelanggan pada akhir tahun 2018. Pencapaian ini semakin mengukuhkan IndiHome sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia yang mencapai 80%. Sebagai hasilnya, IndiHome mencatat kenaikan pendapatan sebesar 66,9% dan memberikan kontribusi sebesar 82,9% terhadap segmen consumer, meningkat dari 62,2% pada tahun sebelumnya sehingga pendapatan segmen consumer meningkat 25,1% menjadi Rp 13,9 triliun.

Tahun 2018, segmen enterprise mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 10,1% menjadi Rp 21,1 triliun. Pendorong utama pertumbuhan pendapatan tersebut adalah layanan IT service yang tumbuh sebesar 48,2%. Segmen wholesale and international business mencatat pendapatan Rp 10,1 triliun dengan pertumbuhan 35,6%, naik dari Rp 7,4 triliun pada 2017. Kontribusi bisnis digital pada segmen ini pada 2018 meningkat menjadi 57% dari 53% pada 2017.

Total belanja modal pada 2018 sebesar Rp 33,6 triliun atau 25,7% dari pendapatan. Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk meningkatkan kapabilitas digital dengan terus membangun infrastruktur broadband yang meliputi BTS 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut dan terestrial, Satelit Merah Putih dan data center & cloud. Sampai dengan akhir 2018, Telkom telah memiliki total 189.081 unit BTS, termasuk 138.771 BTS 3G dan 4G LTE, sedangkan jaringan backbone serat optik mencapai 161.652 km.

“Pencapaian sepanjang 2018 menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi digital telecommunication company yang berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga di Jakarta, Selasa (30/4/2019), melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Alex menambahkan,“Dengan pertumbuhan pendapatan bisnis digital di tahun 2018 sebesar 23,1% YoY yang mengontribusi 63% pendapatan perseroan serta didukung oleh investasi pada infrastruktur broadband yang berkelanjutan, kami optimistis perseroan akan membukukan kinerja, baik pendapatan, EBITDA, maupun laba bersih yang jauh lebih baik pada 2019.”



Sumber: BeritaSatu.com