Industri Telekomunikasi Diprediksi Tumbuh 5%

Industri Telekomunikasi Diprediksi Tumbuh 5%
Ilustrasi Telkomsel ( Foto: Beritasatu.com/Hafiz Sezario )
Herman / WBP Rabu, 1 Mei 2019 | 09:05 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Setelah tahun lalu mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) sekitar 7,3 persen, Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Ririek Adriansyah optimistis di tahun 2019 ini kinerja industri telekomunikasi akan kembali membaik.

Menurut Ririek Adriansyah yang juga Direktur Utama Telkomsel, potensi pertumbuhan konsumsi layanan data ke depannya masih sangat menjanjikan. Ditambah lagi dengan peningkatan penetrasi smartphone yang semakin besar.

"Kita optimistis industri telekomunikasi bisa recovery. Untuk tahun ini, prediksinya akan tumbuh positif single digit, sekitar 4 persen sampai 5 persen," kata Ririek Adriansyah, di acara media gathering Telkomsel, di Denpasar, Selasa (30/4/2019) malam.

Ririek Adriansyah mengungkapkan penyebab melemahnya industri telekomunikasi pada tahun lalu, antara lain karena faktor penurunan layanan voice dan SMS yang telah digantikan oleh layanan baru dari penyelenggara over the top (OTT).

Selain itu, adanya regulasi registrasi SIM card. Dalam jangka pendek, Ririk Adriansyah mengatakan regulasi registrasi SIM card seperti yang terjadi di banyak negara lain memang bisa menurunkan revenue operator, karena sebagian pelanggannya otomatis diamputasi. Tetapi untuk dampak jangka panjang, akan sangat baik bagi industri telekomunikasi dan seluruh pelaku digital.

"Penurunan di tahun lalu juga disebabkan oleh perang tarif antaroperator di layanan data," kata Ririek Ardiansyah.



Sumber: BeritaSatu.com