WNI Jadi Terduga Teroris di Malaysia

WNI Jadi Terduga Teroris di Malaysia
Para wisatawan berfoto di kawasan wisata kuil Hindu Gua Batu, Gombak, Selangor, Malaysia. ( Foto: Star2.com / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 17 Mei 2019 | 18:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, telah mendapatkan akses kekonsuleran untuk warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di Malaysia atas dugaan terorisme. KBRI akan memberikan pendampingan hukum apabila ada permintaan dari terduga teroris tersebut.

“WNI tersebut dalam keadaan baik dan sehat. Info yang diterima bahwa yang bersangkutan telah berada di Malaysia sejak 2017,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, Kamis (16/5).

Arrmanatha mengatakan WNI terduga teroris itu sudah berada di Malaysia sejak 2017 dan bekerja di berbagai tempat. “Sempat bekerja di kebun semangka dan berbagai ladang, yang terakhir yang bersangkutan bekerja di pabrik seng,” ujarnya.

Menurutnya, KBRI menunggu hasil investigasi dan tuduhan yang ditujukan kepada WNI itu di pengadilan. Dia mengaku tidak bisa menyampaikan tanggapan WNI tersebut atas tuduhan terorisme dari otoritas Malaysia karena akan menjadi bahan untuk pembelaannya.

Terkait pendampingan hukum, Arrmantha mengatakan aturan pemerintah Malaysia mengizinkannya, sekalipun untuk kasus terorisme.

“Tentunya apabila yang bersangkutan membutuhkan pendampingan atau bantuan hukum maka menjadi kewajiban KBRI untuk memfasilitasinya,” katanya.

Sebelumnya, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menangkap seorang pria WNI bersama tiga pria lainnya yang merencanakan serangan teror dan pembunuhan di Malaysia pada bulan suci Ramadan. Mereka terdiri dari satu WNI, dua warga Rohingya, dan satu warga negara Malaysia.

Keempat tersangka berniat melakukan serangan ke kuil, gereja, dan akan membunuh tokoh-tokoh penting untuk membalas dendam kepada non-Muslim atas kematian seorang pemadam kebakaran Melayu-Muslim, Adib Mohd Kassim, di tempat parkir kuil Hindu pada November lalu.

Pada Kamis, tiga kuil di Kuala Lumpur telah memperketat keamanan menyusul penangkapan empat terduga teroris dari kelompok ekstremis agama yang terkait organisasi teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Kuil-kuil itu adalah Kuil Batu Caves Sri Subramaniyar, Kuil Sri Maha Mariamman Devasthanam di Jalan Tun H.S Lee, dan Kuil Courthill Sri Ganesha di Jalan Pudu Ulu.



Sumber: Suara Pembaruan