Indonesia Konsisten Dukung Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

Indonesia Konsisten Dukung Timor Leste Jadi Anggota ASEAN
Indonesia dan Timor Leste sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang konektivitas kedua negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, salah satu bentuk kerjasama di bidang ini, yakni pembangunan Jembatan Motaain. ( Foto: Beritasatu Tv )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 16 Mei 2019 | 19:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi akan menerima kunjungan Menlu Timor Leste Dionisio da Costa Babo Soares di Jakarta, Jumat (17/5). Kedua menlu akan membahas sejumlah isu dalam pertemuan bilateral, termasuk yang menjadi perhatian adalah rencana keanggotaan Timor Leste ke ASEAN.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam press briefing hari Kamis (16/4), mengatakan pengajuan Timor Leste menjadi anggota ASEAN sudah dilakukan sejak tahun 2011. Namun, prosesnya cukup panjang dan masih banyak hal yang harus dipenuhi Timor Leste, salah satunya mempunyai perwakilan di seluruh negara ASEAN.

"Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN yang paling kuat dan konsisten mendukung aplikasi Timor Leste ke ASEAN," kata Arrmanatha.

Menurut Arrmanatha, atau biasa disapa Tata, dukungan Indonesia tidak hanya secara politis, tapi juga secara konkret lewat pemberian bantuan pembangunan kapasitas. Indonesia juga berharap negara ASEAN lainnya ikut mendukung keanggotaan negara yang merupakan bekas wilayah Indonesia itu.

Tata menambahkan keanggotaan Timor Leste akan melengkapi seluruh negara Asia Tenggara dalam satu koordinasi ASEAN.

"Ini merealisasikan visi dari founding fathers (bapak pendiri) ASEAN yaitu seluruh negara Asia Tenggara tergabung dalam organisasi ASEAN. Tentunya dengan bergabungnya Timor Leste akan semakin memperkokoh sentralitas ASEAN di kawasan," kata Tata, yang sudah dilantik sebagai duta besar RI untuk Prancis.

Menurut Tata, peluang ekonomi kedua negara cukup besar dengan catatan peningkatan perdagangan kedua negara pada 2018 mencapai US$ 193 juta. Indonesia juga memasok lebih dari 30% kebutuhan Timor Leste.

Produk ekspor Indonesia ke Timor Leste antara lain kendaraan bermotor (sepeda motor dan mobil), barang elektronik, makanan, dan minuman.

Tata mengatakan dari investasi Indonesia di Timor Leste juga cukup besar, yaitu pada 2014 tercatat sebesar US$ 595 juta baik dari bidang perbankan maupun minyak dan gas, serta produk minuman.

"Di situ (Timor Leste) kita sudah ada beberapa BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur dan juga keuangan," kata Tata.

Tata menambahkan Menlu Retno juga akan mengundang Menlu Babo Soares untuk hadir dalam acara Indonesia di Kedutaan Besar RI di Selandia Baru yang bertajuk Pasific Expo. Kegiatan itu sebagai kontribusi Indonesia untuk pembangunan di kawasan Pasifik.

"Kita ingin mengembangkan suatu pasar terintegrasi antara Pasifik dan Indonesia. Salah satu peluangnya terkait sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan)," kata Tata.



Sumber: Suara Pembaruan