Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi
PM Singapura Lee Hsien Loong bersama Presiden Joko Widodo. ( Foto: AFP )
/ YUD Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:31 WIB

Nusa Dua - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Singapura berkomitmen untuk memperkuat jalinan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi.

Komitmen itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada pertemuan Indonesia-Singapura Leader's Retreat di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

“Perdana Menteri Lee dan saya baru saja melakukan pertemuan Annual Leader's Retreat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kerja sama ekonomi menjadi fokus perhatian saya dan PM Lee," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers bersama PM Lee.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Singapura telah berkomitmen untuk membawa Indonesia dan Singapura saling mempererat kerja sama ekonomi.

Pada kesempatan itu, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk mendorong ekonomi dan keuangan kedua negara.

Salah satu kerja sama yang disepakati adalah melakukan swap dan repo antara Bank Indonesia (BI) dengan Bank Sentral Singapura atau Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS).

Kerja sama itu bertujuan untuk memperkuat pengelolaan likuiditas dan mendorong pengembangan pasar keuangan dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan kedua negara.

"Saya menyambut baik kerja sama swap dan repo antara Bank Indonesia dengan Monetary Authority of Singapore senilai US$10 miliar," kata Presiden Jokowi.

Pemerintah Indonesia dan Singapura melakukan penandatanganan sejumlah perjanjian dan Nota Kesepahaman, yang terdiri atas Perjanjian tentang Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal, Program Kerja Sama dan Budaya untuk Tahun 2019-2021, dan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Teknologi Finansial.

"Seperti yang baru saja kita saksikan, 2 dari 3 MoU yang ditandatangani tadi adalah upaya untuk mendorong kerja sama ekonomi dan keuangan," jelas Presiden Jokowi.

Dijelaskan, penandatanganan Perjanjian tentang Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal merupakan yang pertama ditandatangani Indonesia sejak revisi perjanjian investasi di tahun 2014 lalu.

"Saya harapkan ini akan meningkatkan kepercayaan investor Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia. Persetujuan ini juga akan menjadi model dan referensi untuk perjanjian investasi ke depan," ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi dan PM Lee sepakat untuk terus mendorong kerja sama di bidang pengembangan ekonomi digital. Secara khusus, Presiden Jokowi mengapresiasi peluncuran Nongsa Digital Park di Batam awal tahun ini.

"Nongsa Digital Park di Batam yang diluncurkan awal tahun ini terus berkembang dan telah ada 56 perusahaan teknologi dan digital di sana," kata Presiden Jokowi.

Selain itu, kedua pihak juga menindaklanjuti perkembangan Kendal Industrial Park yang telah diresmikan pada tahun 2016. Presiden Jokowi berharap agar kerja sama kedua negara yang serupa itu dapat diterapkan di sejumlah kawasan ekonomi khusus lain di Indonesia.

"Saat ini, sudah ada 43 investor termasuk dari Singapura. Saya mengharapkan kerja sama serupa dapat dilakukan di kawasan-kawasan ekonomi khusus lainnya di Indonesia," katanya.



Sumber: Investor Daily
CLOSE