Sekjen PBB Puji Penanganan Bencana di Sulteng dan Lombok

Sekjen PBB Puji Penanganan Bencana di Sulteng dan Lombok
Sekjen PBB, Antonio Guterres (kanan) saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Kamis (11/10). ( Foto: Istimewa )
Novy Lumanauw / JAS Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:22 WIB

Nusa Dua  – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memuji kesigapan Pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pujian itu disampaikan Guterres saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Kamis (11/10).

"Indonesia memiliki kekuatan dan keinginan untuk aktif di dalam upaya menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia. Jadi kemitraan Indonesia dan PBB dinilai oleh Sekjen PBB sangat excellent," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Guterres yang juga mantan Perdana Menteri Portugal, tiba di lokasi pertemuan pada sekitar pukul 08.25 WITA. Ia tampak mengenakan batik lengan panjang dan disambut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Selanjutnya, Guterres dipertemukan dengan Presiden Jokowi. Pada pertemuan yang berlangsung akrab, Presiden Jokowi dan Guterres membahas sejumlah hal, di antaranya mengenai bencana gempa yang disertai tsunami di Sulawesi Tengah dan perdamaian Palestina.

“Sekjen PBB menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sekjen PBB juga memuji respons pemerintah dalam melakukan penanganan cepat pasca kejadian itu,” jelas Menlu.

Menurut Menlu, Sekjen PBB mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki resiliensi yang tinggi dan mengapresiasi respons cepat pemerintah sehingga situasi dapat diatasi dalam waktu yang singkat.

“Sekjen PBB mengatakan selalu tidak mudah kita bekerja pada saat situasi emergency seperti itu," ujar Menlu.

Terkait perdamaian dunia, yang juga menjadi pembicaraan kedua pihak, Sekjen PBB mengapresiasi posisi Indonesia terhadap upaya perdamaian di Palestina.

Selain itu, Indonesia juga dianggap sebagai mitra vital bagi PBB dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia diketahui sebagai negara kontributor terbesar bagi pengiriman pasukan perdamaian PBB.

Adapun menyangkut upaya diplomasi Indonesia yang dilakukan dalam menangani permasalahan di Rakhine State, Myanmar, Sekjen PBB menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang tepat untuk melakukan penanganan dengan cara-cara yang sesuai sehingga dapat tetap berkontribusi di tengah situasi yang sulit.

"Sekjen PBB mengatakan bahwa cara Indonesia mendekati isu tersebut dinilai pas sehingga Indonesia dapat memberikan kontribusi walaupun situasinya tidak mudah. Kemajuan (penanganan) juga masih terus didorong, tetapi Indonesia diyakini dapat terus berkontribusi dalam upaya menyelesaikan situasi di Rakhine State," kata Menlu.

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.



Sumber: Investor Daily
CLOSE